Berita Travel
Asal Usul Kecamatan STL Ulu Terawas di Musi Rawas, Selalu Selamat Dari Serangan Bom Udara Belanda
Dinamakan Dusun Tanjung Merdeka karena Dusun tersebut, dialiri oleh dua sungai ,yaitu Sungai Lakitan dan Sungai Baal.
Penulis: Eko Mustiawan | Editor: Slamet Teguh
TRIBUNSUMSEL.COM, MUSI RAWAS - Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumsel, terdiri dari 14 Kecamatan.
Dimana setiap Kecamatan memiliki cerita rakyat dan sejarah masing-masing.
Salah satunya adalah Kecamatan Suku Tengah Lakitan (STL Ulu Terawas).
Dikisahkan oleh Pamong Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Musi Rawas, Emiliana bahwa Kecamatan STL Ulu Terawas, awalnya adalah sebuah dusun bernama Dusun Tanjung Merdeka.
Dinamakan Dusun Tanjung Merdeka karena Dusun tersebut, dialiri oleh dua sungai ,yaitu Sungai Lakitan dan Sungai Baal.
Dulu Dusun tersebut dipimpin oleh Pasirah pimpinan Marga Suku Tengah Lakitan Ulu (STL Ulu).
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata tanjung adalah tanah ujung yang menganjur ke laut. Sedangkan kata Merdeka adalah Bebas.
Jadi pada nama Dusun Tanjung Merdeka karena tanah Terawas selalu terbebas dari serangan atau pengeboman oleh pasukan Belanda pada masa itu.
Dikisahkan, bahwa Dusun Tanjung Merdeka (Kecamatan STL Ulu Terawas) pernah akan menjadi sasaran pengeboman pasukan Belanda dari udara, namun pasukan Belanda hanya melihatnya bagaikan hamparan pohon pisang, akhirnya Belanda mengurungkan niatnya.
"Cerita atau sejarah ini kami dapatkan tentu dari hasil investigasi melalui penuturan tokoh masyarakat dan juga sesepuh desa," kata Emil kepada Sripoku.com, Sabtu (28/09/2024).
Dusun yang dulunya bernama Dusun Tanjung sekarang kita kenal dengan nama TER-AWAS, mungkin maksudnya Dusun dan penduduknya selalu dalam pengawasan alias senantiasa mendapat perlindungan dari gangguan apa pun.
Kemudian, kata Ter-Awas akhirnya disempurnakan menjadi kata atau nama TERAWAS, hingga sekarang.
Didalam dusun tersebut, banyak terdapat Kuburan Keramat yang dimitoskan oleh penduduk setempat menyimpan kesaktian. Keramat dan makam-makam tersebut diyakini adalah orang-orang Terawas yang sakti tempo dulu.
Ada enam keramat yang diyakini oleh penduduk setempat dan terbukti keampuhannya, yaitu Keramat Sedayu, Keramat Muara Baal, Keramat Tambak, Keramat Rantau Benar, Keramat Moneng Alim, dan Keramat Moneng Lebeh.
Keenam Keramat tersebut berada di sekeliling Dusun diyakini dan konon cerita memiliki keampuhan sendiri-sendiri.
| Museum Situs Gua Harimau Padang Bindu, Museum Purbakala Terbesar di Sumatera, Ikon Pariwisata OKU |
|
|---|
| Bendung Perjaya OKU Timur Jadi Tumpuan Pedagang Ikan Hasil Tangkapan dari Sungai Komering |
|
|---|
| Kafe Apung Kopi AD, Sensasi Ngopi Sambil Menikmati Jembatan Ampera di Sungai Musi Palembang |
|
|---|
| Green Paradise Pagar Alam Jadi Surga Tersembunyi di Kaki Gunung Dempo, Top 10 Tempat Wisata Sumsel |
|
|---|
| Mengenal 'Mengantar Petulung' Budaya OKU Selatan yang Kini Banyak Dimodifikasi , Tergerus Zaman |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Asal-Usul-Kecamatan-STL-Ulu-Terawas-di-Musi-Rawas-Pernah-Selamat-Dari-Serangan-Udara-Belanda.jpg)