Gadis di Ogan Ilir Hilang Ditemukan

Ayah Ungkap Kondisi Remaja Putri Asal OI yang Hilang dan Ditemukan di Muba, Disebut Dinikahi Orang

Hilang selama tiga minggu, Y, remaja 16 tahun asal Ogan Ilir telah ditemukan di Sungai Lilin, Musi Banyuasin (Muba), pada Kamis (19/9/2024) malam.

|
Penulis: Agung Dwipayana | Editor: Slamet Teguh
Tribunsumsel.com/ Agung Dwipayana
Hasani alias Sanik saat diwawancarai TribunSumsel.com - Ayah Ungkap Kondisi Remaja Putri Asal OI yang Hilang dan Ditemukan di Muba, Disebut Dinikahi Orang 

TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA - Hilang selama tiga minggu, Y, remaja 16 tahun asal Ogan Ilir telah ditemukan di Sungai Lilin, Musi Banyuasin (Muba), pada Kamis (19/9/2024) malam.

Kini, Y pun telah kembali ke rumah.

Hal tersebut tentu membuat sang ayah Hasani alias Sanik lega.

Saat dihubungi, Sanik mengaku belum sempat bertemu dengan putrinya karena harus memadamkan kebakaran di lahan perkebunan tempat dia bekerja.

Namun menurut Sanik, berdasarkan keterangan keluarga yang sudah menemui Y, remaja tersebut dalam kondisi baik.

"Anak saya sudah diantar pulang oleh polisi dan alhamdulillah kondisinya baik," kata Sanik dihubungi TribunSumsel.com dan Sripoku.com, Sabtu (21/9/2024).

Semenjak Y menghilang pada 1 September lalu, Sanik mengaku sangat khawatir.

Apalagi saat mengetahui putrinya itu dibawa seorang pria menggunakan sepeda motor.

"Saya tidak tahu siapa laki-laki itu. Tapi belakangan dapat informasi kalau dia orang Sungai Lilin," ujar Sanik.

Baca juga: BREAKING NEWS: Remaja Putri Asal Ogan Ilir yang Dilaporkan Hilang Ditemukan di Muba, Alami Trauma

Baca juga: Sebut Anaknya Dinikahi Pria Tanpa Izin, Ayah Remaja Putri Hilang di Ogan Ilir Minta Pelaku Ditangkap

Saat ini, Y berada di rumah neneknya di Desa Pulau Semambu, masih wilayah Kecamatan Indralaya Utara.

"Kalau kata neneknya, agak kurus badannya. Tapi yang penting dia selamat," ucap Sanik.

Pria yang bekerja sebagai petani karet ini mendapat informasi dari seorang teman di Muba bahwa Y telah dinikahi oleh orang yang membawanya kabur.

Sanik mengaku percaya karena Y membawa Kartu Keluarga (KK) dan kartu bansos saat meninggalkan rumah.

"Saya tidak terima anak saya dinikahi tanpa persetujuan kami. Saya berharap polisi memproses laki-laki itu," ucap Sanik.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir AKP Muhammad Ilham mengatakan, polisi masih melakukan trauma healing kepada Y, untuk selanjutnya diperiksa.

"Pendekatan dulu kepada yang bersangkutan. Masih trauma," terang Ilham dihubungi terpisah.

 

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

 

 

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved