Berita UMKM
Terinspirasi dari YouTube, IRT di Lahat Berhasil Budidayakan Cabai dalam Polybag, Jadi Cuan Tambahan
Kisah inspiratif datang dari Fitri, ibu rumah tangga di Kabupaten Lahat, Sumsel yang berhasil membudidayakan tanaman cabai dalam polybag
Penulis: Ehdi Amin | Editor: Shinta Dwi Anggraini
TRIBUNSUMSEL.COM, LAHAT -- Kisah inspiratif datang dari Fitri, ibu rumah tangga di Kabupaten Lahat, Sumsel yang berhasil membudidayakan tanaman cabai dalam polybag.
Berkat bisnis sampingannya itu, Fitri kini bisa menabung uang yang selama ini diperuntukkan untuk membeli kebutuhan masak.
Terinspirasi dari YouTube, Fitri memanfaatkan tanah perkarangan rumah untuk mengembangkan tanaman cabai rawit dalam polybag.
"Awalnya melihat dari tayangan YouTube. Banyak petani menanam cabai dalam polybag dan berhasil, " Ujarnya, saat dibincangi, Senin (16/9/2024).
Ia pun kemudian tergerak terlebih ia memiliki areal perkarangan rumah yang cukup luas. Saat ini, terangnya ada 250 batang cabai yang ia tanam dan berumur sekitar 6 bulan.
Menurutnya dari ratusan batang cabai yang ia tanam sehari bisa menghasilkan rata rata satu hingga dua kilo.
"Ya karena dekat rumah panen dilakukan hampir setiap hari. Apalagi ratusan batang cabai masa panenya tidak bersamaan , " ujarnya.
Menurutnya, hasil panen sendiri ia jual ke penjual penjual sayur. Untuk harga sendiri, tidak menentu disesuaikan dengan harga pasar.
Namun saat ini harga jual cabai rawit di Lahat Rp50 ribu per kilo.
"Ya awalnya terlihat sedikit hasilnya. Namun karena ini rutin terasa juga. Bahkan hasil dari berjualan cabai bisa menutupi kebutuhan dapur dan uang dapur yang selama ini digunakan bisa untuk ditabung dan digunakan untuk kebutuhan lainya, " ujarnya.
Dikatakan Fitri, ia pun berencana akan terus menambah tanaman cabai miliknya apalagi saat ini akan memasuki musim hujan.
Di sisi lain, keunggulan menanam cabai rawit selain menghasilkan pemeliharaanya cukup mudah.
Di samping itu, tanaman cabai rawit terbilang mampu bertahan dengan kondisi cuaca yang panas.
"Sebenarnya gak sulit untuk menanam cabai rawit dengan polybag. Menggunakan media tanam tanah yang sudah bercampur pupuk alami seperti kotoran hewan, sekam padi benih atau biji cabai terlebih dahulu disemai menggunakan polybag kecil. Setelah hasil semai cabai sekira berumur satu bulan dan sudah memeiliki dauh 4-5 lima helai dipindahkan ke polybag yang lebih besar, " ujarnya.
Berada di polybag besar pemeliharaan cabai agar tumbuh subur dan berubah, ditambahkan dengan pupuk pabrikan. Tak hanya itu, digunakan juga insektisida untuk melindungi tanaman cabai dari berbagai serangan hama.
"Yang paling penting itu penyiraman secara rutin minimal sehari sekali karena dalam polybag. Alhamdulillah sejauh ini tanaman cabai sangat membantu untuk mencukupi kebutuhan sehari hari. Targetnya 1000 batang namun karena saat ini masih kamarku belum berani kita tambah, "tuturnya.
Baca artikel menarik lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel
| Dari Dapur Rumahan ke Mancanegara, Maksuba Palembang Kini Tembus Hingga Pasar Eropa |
|
|---|
| Melimpah di Ogan Ilir, Daun Ketapang Hingga Kulit Jengkol Bisa Jadi Bahan Pewarna Alami Kain Tenun |
|
|---|
| Jejak Rempah Hikmah Fajar, Warisan Rasa Dari Keluarga, Marketnya di Palembang hingga Mancanegara |
|
|---|
| Talang Ubi Timur PALI Didorong Jadi Ikon Kampung Jengkol, UMKM Keripik Jengkol Diperkuat |
|
|---|
| Ubah Nyinyiran Jadi Keberhasilan, Kisah Sukses UMKM Berlian Progo Hasilkan Cuan dari Kacang Poro |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Terinspirasi-dari-YouTube-IRT-di-Lahat-Berhasil-Budidayakan-Cabai-dalam-Polybag-Jadi-Cuan-Tambahan.jpg)