Demo Ojol dan Kurir

Ojol se-Indonesia Demo Mati Aplikasi, Warga Palembang Curhat Sulit Dapat Driver untuk Antar Barang

Warga Palembang ikut merasakan dampak ojek online (ojol) dan kurir yang melakukan aksi mematikan aplikasi hari ini,

|
Penulis: Hartati | Editor: Shinta Dwi Anggraini
SHUTTERSTOCK/CREATIVA IMAGES
Ilustrasi Ojol- Ribu Ojol di Indonesia gelar aksi matikan aplikasi hari ini, Warga Palembang mengeluhkan sulit dapat driver ojol untuk antar barang, Kamis (29/8/2024). 

Sebelumnya, koalisi Asosiasi Driver online roda 2 dan roda 4 Palembang mengadukan nasibnya ke Walikota Palembang karena merasa diperlakukan tidak adil oleh aplikator transportasi online.

Ketua Asosiasi Driver online roda 2 dan roda 4 Palembang, Kak Cik Irfan mengatakan operator menyahali aturan dengan menetapkan potongan pendapatan sendiri tanpa pemberitahuan terhadap pendapatan driver online dengan potongan yang jauh dari ketentuan hingga 40 persen.

Padahal sesuai aturan besaran potongan itu yang diperbolehkan hanya 8-15 persen saja. Namun nyatanya besaran potongan justru hingga 35 persen bahkan 40 persen.

Selain itu juga aplikator juga kerap membuat promo biaya perjalan yang jauh lebih murah di bawah tarif promo yang sudah ditetapkan dengan diskon promo yang dibebankan ke mitra. Padahal seharusnya diskon promo ditanggung oleh aplikator bukan dibebankan dari pendapatan mitra.

Akibatnya pendapatan driver turun drastis yang berdampak pada turunnya pemenuhan kesejahteraan mitra.

Apalagi pendapatan mitra semakin minum karena tarif BBM juga sudah naik dan penetapan tarif batas bawah dan tarif promo jauh lebih rendah dibanding tarif yang ditentukan pemerintah.

Pendapatan mereka juga makin anjlok karena semakin banyak persaingan antar mitra yang jumlah tidak terbatas karena pendaftaran mitra baru terus dibuka terus.

Mereka berharap pemerintah bisa membantu memberikan solusi agar bisa meningkatkan kesejahteraan mitra sebab mereka juga terpaksa menjadi mitra driver online karena tidaka ada pilihan pekerjaan lain karena dampak PHK saat pandeki Covid-19 dan alasan lainnya.

Demo se-Indonesia

Ada sejumlah tuntutan dari demo yang dilakukan para driver ojol atau pengemudi ojek online pada hari Kamis, (29/8/2024).

Para driver ojol se-Indonesia melakukan demo karena meminta komisi untuk tarif narik mereka dinaikkan.

Salah satu agenda tuntutan utama adalah mendesak perusahaan aplikasi ojek online memperbaiki skema pembagian komisi ke driver.

Mereka mengeluhkan potongan komisi yang dipotong perusahaan aplikasi ojek online dari pendapatan driver mengangkut penumpang atau mengantar barang, terlalu tinggi.

Dari situlah driver mengeluhkan biaya harian untuk makan hingga perawatan kendaraan seperti penggantian pelumas dan suku cadang berkala seperti ban, kampas rem, sepenuhnya ditanggung pribadi.

Dalam isi tuntutannya, para driver ojek hingga kurir online adalah mendesak pemerintah merevisi Perkemenkominfo Nomor 1 Tahun 2012 tentang Layanan Pos Komersil untuk Mitra Ojek Online dan Kurir Online di Indonesia.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved