Demo Ojol dan Kurir

Ojol se-Indonesia Demo Mati Aplikasi, Warga Palembang Curhat Sulit Dapat Driver untuk Antar Barang

Warga Palembang ikut merasakan dampak ojek online (ojol) dan kurir yang melakukan aksi mematikan aplikasi hari ini,

|
Penulis: Hartati | Editor: Shinta Dwi Anggraini
SHUTTERSTOCK/CREATIVA IMAGES
Ilustrasi Ojol- Ribu Ojol di Indonesia gelar aksi matikan aplikasi hari ini, Warga Palembang mengeluhkan sulit dapat driver ojol untuk antar barang, Kamis (29/8/2024). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Warga Palembang ikut merasakan dampak ojek online (ojol) dan kurir se-Indonesia yang melakukan aksi mematikan aplikasi hari ini, Kamis (29/8/2024). 

Rika, pegawai swasta di Jalan Alamsyah Ratu Prawiranegara Palembang mengatakan dirinya kesulitan untuk mendapatkan driver ojol untuk mengantar barang. 

Padahal biasanya, kurang dari satu menit dia bisa langsung mendapat driver pengantar barang yang dipesan melalui aplikasi. 

Namun hari ini sudah lebih dari satu jam dia berusaha memesan jasa driver, akan tetapi tak kunjung berhasil.

"Dari jam 09.30 sekarang sudah 10.35 saya belum bisa orderan. Biasanya cepat, tidak sampai satu menit sudah bisa (pesan)," ujarnya. 

Baca juga: Driver Ojol Demo Revisi Tarif Naik, Kompak Bakal Matikan Aplikasi Siang Ini Mulai Pukul 12.00 WIB

Sementara itu, dari pantauan lapangan, aksi mematikan aplikasi memang tidak dilakukan seluruh driver ojol di Palembang seperti yang terjadi di Jabodetabek. 

Akan tetapi jumlah ojol di Palembang yang beroperasional hari ini terlihat lebih sedikit dari biasanya, tidak sebanyak saat tidak melakukan aksi solidaritas.

Seperti yang terlihat di kawasan Sako Palembang, di mana biasanya banyak driver online baik roda dua atau roda empat yang beroperasi atau menunggu orderan di seputar terminal Sako Palembang, tapi pagi ini sepi.

Biasanya driver online ini juga beroperasi di seputar toko es krim di kawasan Sako karena menunggu orderan.

Di lokasi pasar Sako terpantau sepi driver online, biasanya bisa dilihat mereka akan ramai menunggu di sekitar pemakaman di dekat pasar Sako namun sejak pagi hingga menjelang siang ini sepi.

Amin, salah satu driver online yang masih beroperasi mengatakan dia tahu hari ini ada aksi solidaritas mendukung teman-teman mitra online menyarakan aksi di istana negara.

Dia berharap pemerintah bisa memikirkan kesejahteraan mereka karena mereka juga tidak punya pekerjaan lainnya.

"Iya tahu ada off bid tapi mau bagaimana lagi, off bid juga justru tidak ada pemasukan sama sekali padahal mau bayar biaya anak sekolah dan makan jadi terpaksa tetap beroperasi dan juga memang tidak dilarang beroperasi," ujarnya.

Nanti pada 2 September dia juga akan ikut aksi damai ke kantor gubernur.

"Hari ini tetap narik, nanti 2 September baru semuanya off dan kompak kl ikut aksi damai semua," katanya

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved