Pertalite Bercampur Air di Prabumulih

Polisi Periksa 16 Saksi Soal SPBU di Prabumulih Diduga Jual Pertalite Bercampur Air, Kumpulkan Bukti

Kapolres Prabumulih AKBP Endro Aribowo SIK MH menegaskan ada sebanyak 16 saksi yang diperiksa terkait pertalite bercampur air di SPBU.

Penulis: Edison | Editor: Shinta Dwi Anggraini
TRIBUNSUMSEL.COM/EDISON BASTARI
Kapolres Prabumulih AKBP Endro Aribowo SIK MH ketika diwawancarai disela-sela melepas peserta lomba gerak jalan dalam rangka HUT ke 79 RI, Rabu (14/8/2024). 

Laporan wartawan Tribun Sumsel, Edison Bastari


TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Kapolres Prabumulih AKBP Endro Aribowo SIK MH menegaskan ada sebanyak 16 saksi yang diperiksa terkait heboh SPBU 24.311.125 Patih Galung yang diduga jual BBM jenis Pertalite bercampur air sebabkan puluhan motor mogok.

"Kami sudah memeriksa 16 orang, baik itu warga yang kendaraannya mogok setelah mengisi BBM maupun pegawai SPBU yang bekerja pada hari itu," ujar Kapolres Prabumulih ketika diwawancarai disela-sela melepas peserta lomba gerak jalan dalam rangka HUT RI ke 79, Rabu (14/8/2024).

Endro mengatakan pihaknya masih mengundang pihak sopir yang memasok BBM dan pihak Pertamina untuk memintai keterangan termasuk info mobil berangkat dari Palembang pukul 19.30 namun tiba di Prabumulih tengah malam padahal biasanya 2 jam.

"Maka dari itu masih kami sampaikan undangan, mungkin hari ini atau besok akan dilakukan pemeriksaan. Masih di tangani Kasat Reskrim," tuturnya seraya mengatakan pihaknya masih terus melakukan pengamanan terhadap SPBU untuk menghindari hal tak diinginkan terjadi.

Baca juga: Pertamina Stop Operasional SPBU Patih Galu Prabumulih Usai Jual Pertalite Bercampur Air, Motor Mogok

Sementara itu, Kasat Reskrim AKP Herli Setiawan SH MH mengungkapkan saat kejadian banyak warga protes jajarannya langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian.

Personel Polres Prabumulih juga langsung memasang garis polisi (police line) di sekitar Nozle pompa BBM yang diduga tercemar dan mengamankan sampel Pertalite yang diduga bercampur air dari tangki kendaraan milik warga. 

"Tim penyelidik telah melakukan pengecekan pada tangki penampungan minyak di SPBU serta mengambil sampel BBM dari tangki motor warga yang mengalami kerusakan setelah mengisi BBM di SPBU," ujarnya.

Herli Setiawan juga mengatakan jika pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi ahli dalam kasus ini sehingga didapat keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Kami akan meminta keterangan dari saksi ahli, karena mereka yang memiliki kemampuan untuk menentukan apakah benar terjadi pencampuran air dalam BBM atau tidak," jelasnya.

Tidak hanya itu, sampel BBM yang telah diamankan dari lokasi kejadian juga akan dibawa ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polda Sumatera Selatan. 

"Walaupun secara kasat mata terlihat ada campuran air, tapi kita tetap harus menunggu hasil dari laboratorium yang lebih akurat," tuturnya.

Kasat Reskrim menegaskan jika dalam penyelidikan tersebut ditemukan bukti-bukti yang menguatkan dugaan pencampuran air dalam BBM, maka pihaknya akan segera melakukan gelar perkara.

"Jika ditemukan alat bukti yang cukup, kami akan segera melakukan gelar perkara," tegas pria dengan tiga balok emas dipundaknya itu.

Seperti diberitakan, puluhan pengendara sepeda motor melakukan aksi protes ke manajemen SPBU 24.311.125 Kelurahan Patih Galung Kecamatan Prabumulih Barat kota Prabumulih, Selasa (13/8/2024) siang.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved