HUT RI

M Hafidz Alfurqan, Mahasiswa Asal Palembang Terpilih Menjadi Paskibra di KJRI Sydney Australia

Hafidz Alfurqan, menjadi salah satu mahasiswa asal Palembang yang bakal menjadi Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) di luar negeri.

Editor: Slamet Teguh
Handout
Anggota Paskibra yang bakal bertugas di KJRI Sydney Australia 

TRIBUNSUMSEL.COM - Muhammad Hafidz Alfurqan, menjadi salah satu mahasiswa asal Palembang yang bakal menjadi Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) di luar negeri.

Hafidz bakal menjadi anggota Paskibra di Sydney, Australia dimana ia tengah menempuh kuliah S2 double degree di jurusan Media Komunikasi dan Industri Kreatif di Macquarie University.

Ia terpilih menjadi salah satu dari sembilan Paskibra di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Sydney, Australia.

"Ini pengalaman perdana saya menjadi pasukan pengibar bendera di luar negeri, dan saya merasa sangat terharu serta bangga dengan kesempatan yang luar biasa ini," ujar Hafidz setelah pengukuhan Paskibra di KJRI, Rabu (14/8/2024).

Baca juga: Sosok Mutia Al Vanie Paskibraka Nasional 2024 yang Bertugas di IKN, Punya Cita-Cita Jadi Polwan

Baca juga: Sosok Rahma Az Zahra Paskibraka Nasional 2024 Bertugas di IKN, Dikenal Sebagai Siswi Cerdas

Ia berbagi cerita tentang proses seleksi yang berlangsung selama dua minggu, mencakup tahapan administrasi, wawancara, hingga latihan fisik.

Hafidz juga menambahkan bahwa para petugas upacara dan Paskibra di KJRI Sydney terdiri dari Warga Negara Indonesia (WNI) yang merupakan mahasiswa S1, S2, dan pekerja di Sydney, Australia.

Pengalaman ini menjadi momen bersejarah bagi Hafidz, yang telah aktif sebagai Pramuka sejak tahun 2013 di SMAN 18 Palembang hingga 2019, saat dilantik menjadi Anggota Dewan Kerja Daerah Pramuka Sumsel.

Alumni Ilmu Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang ini menyatakan bahwa motivasinya untuk bergabung dengan Paskibra di Sydney adalah kesempatan langka, pengalaman baru, dan relasi yang begitu luar biasa.

"Sudah saatnya anak-anak muda Sumsel ikut serta dalam program-program di negara maju, agar pas balik ke daerah asal bisa membawa wawasan dan inovasi," tambah Hafidz, yang juga merupakan founder Sumsel Bestari.

Pengalaman ini tidak hanya menambah catatan prestasi Hafidz, tetapi juga menginspirasi generasi muda Sumsel untuk aktif dalam program internasional yang memberikan wawasan global.

 

 

 

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

 

 

 

 

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved