Tahanan Rutan Pakjo Palembang Tewas

Ini Kata Dokter Forensik Terkait Hasil Autopsi Jenazah Irohmin Tahanan Rutan Pakjo Tewas di Sel

Dokter forensik Rumah Sakit Bhayangkara Moh Hasan telah melakukan proses autopsi terhadap jenazah Irohmin, tahanan di Rutan Kelas I Palembang yang dil

Tayang:
Penulis: Rachmad Kurniawan | Editor: Moch Krisna
TRIBUNSUMSEL.COM/RACHMAD KURNIAWAN
Jenazah Irohmin hendak dibawa oleh keluarga menuju ke rumah duka pasca autopsi 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Rachmad Kurniawan

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Dokter forensik Rumah Sakit Bhayangkara Moh Hasan telah melakukan proses autopsi terhadap jenazah Irohmin, tahanan di Rutan Kelas I Palembang yang dilaporkan tewas pada Kamis (8/8/2024).

Irohmin merupakan salah satu tersangka kasus pengeroyokan.

Autopsi dilakukan sejak pukuk 17:16 WIB hingga malam hari.

Ketika dijumpai dr Kristina Sihaloho mengatakan, untuk saat ini ia belum bisa menyimpulkan hasil autopsi yang dilakukan.

"Untuk hasilnya belum bisa kita simpulkan, " ujar dokter Kristina.

Ketika ditanya apakah ada luka yang ditemukan pada jenazah korban, ia hanya menjawab masih menunggu beberapa hasil pemeriksaan.

"Kita masih menunggu beberapa hasil pemeriksaan, terimakasih ya," katanya.

Sebelumnya, Kadivpas Kanwil Kemenkumham Sumsel Mulyadi mengatakan, berdasarkan pemeriksaan dokter Rutan bahwa yang bersangkutan meninggal dunia dikarenakan sakit.

"Setelah kita tunggu laporan dari Rutan tahanan itu diduga memang sakit, dan bisa dikuatkan dari keterangan dokter rutan. Menurut dokter kalau yang bersangkutan pernah mengeluh sakit perut kemudian suka pusing dan sempat jatuh di dalam kamar," katanya.

Penjelasan Lapas

Seorang tahanan bernama Irohmin yang dikabarkan tewas di Rutan Pakjo Kelas I Palembang pada Kamis (8/8/2024) menjadi sorotan.

Menanggapi hal tersebut Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kanwil Kemenkumham Sumsel menyebut, berdasarkan pemeriksaan dokter Rutan, Irohmin bahwa yang bersangkutan meninggal dunia dikarenakan sakit.

"Setelah kita tunggu laporan dari Rutan tahanan itu diduga memang sakit, dan bisa dikuatkan dari keterangan dokter rutan. Menurut dokter kalau yang bersangkutan pernah mengeluh sakit perut kemudian suka pusing dan sempat jatuh di dalam kamar," katanya.

Saat ini keluarga menunggu hasil autopsi di RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang karena merasa penyebab kematiannya janggal.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved