Pemilihan Walikota Lubuklinggau 2024

Optimis Bakal Maju Pilkada Lubuklinggau 2024, Rodi Wijaya-Imam Senen Baru Peroleh Dukungan Dari PBB

Pada Pilkada nanti Ketua DPRD Kota Lubuklinggau akan berpasangan dengan Imam Senen sebagai bakal calon wakilnya.

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Slamet Teguh
Tribunsumsel.com/ Eko Hepronis
Ketua DPRD Lubuklinggau H Rodi Wijaya - Optimis Bakal Maju Pilkada Lubuklinggau 2024, Rodi Wijaya-Imam Senen Baru Peroleh Dukungan Dari PBB. 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis  

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Bakal calon Wali Kota Lubuklinggau H Rodi Wijaya baru mengantongi satu dukungan untuk maju Pilkada 2024 di Kota Lubuklinggau.

Pada Pilkada nanti Ketua DPRD Kota Lubuklinggau akan berpasangan dengan Imam Senen sebagai bakal calon wakilnya.

Rodi mengatakan timnya baru mengantongi surat B.1-KWK dari partai PBB, sementara sisanya masih menunggu.

"Kalo surat penugasan sebelum B.1-KWK sekarang masih dalam tahapan sambil menunggu. Kalau yang sudah final B.1-KWK nya dari PBB," ujar Rodi pada wartawan, Kamis (25/7/2024).

Rodi mengatakan, untuk Golkar tahapannya akan diserentakkan di seluruh Sumsel dan dari PKB ia memperkirakan bakal keluar pada diakhir bulan ini.

Kemudian untuk PDIP dan Demokrat masih menunggu.

"Kemudian untuk deklarasi partai pengusung kita masih menunggu kepastian akhir dari partai-partai lainnya," bebernya.

Baca juga: Imam Senen Resmi Ajukan Pensiun Dini, Tinggalkan Jabatan Sekwan Demi Maju Pilkada Lubuklinggau 2024

Baca juga: Eks Wawako Sulaiman Kohar Kembali Maju Pilkada Lubuklinggau, Siap Jalankan Program Berkesinambungan

Rodi menambahkan, sementara  untuk partai pendukung sudah ada Partai Ummat, PAN dan PPP yang masih dalam proses.

Sedangkan Rodi akan mengajukan pengunduran diri sebagai Ketua DPRD Lubuklinggau pada 27 September nanti atau sebelum 3 hari sebelum masa jabatannya habis.

"Sesuai dengan persyaratan saya siap mengundurkan diri. Walaupun tinggal 3 hari lagi tetap mengundurkan diri," ujar Rodi.

Untuk mengisi kekosongan jabatan tidak ada Pergantian Antar Waktu (PAW) dan tidak dilaksanakan pelantikan, karena negara juga tidak akan dirugikan.

"Karena sifatnya kolektif kolegial, pimpinan diambil alih oleh pimpinan yang lain," Bebernya. (Joy) 

 

 

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved