Seputar Islam

Niat dan Tata Cara Sholat Qodho Maghrib Isya, Syarat dan Hukumnya Lengkap

Niat dan tata cara sholat qodho maghib isya, syarat dan hukumnya lengkap.

Penulis: Vanda Rosetiati | Editor: Vanda Rosetiati
GRAFIS TRIBUN SUMSEL/VANDA
Niat dan tata cara sholat qodho maghib isya, syarat dan hukumnya lengkap. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Niat dan tata cara sholat qodho maghib isya, syarat dan hukumnya lengkap yang perlu diketahui seorang muslim akan dibahas pada artikel berikut.

Adapun niat sholat qodho maghib sebagai berikut:

أصلي فرض المغرب ثلاث ركعات مستقبل القبلة قضاء لله تعالى

Ushallii fardhal Maghribi tsalaatsa raka'aatin mustaqbilal qiblati qodho'an lilaahi ta'aalaa.

Artinya:
Saya (berniat) mengerjakan sholat fardhu Maghrib sebanyak tiga rakaat dengan menghadap kiblat, serta qodho karena allah ta'aalaa.

Sedangkan niat sholat qodho isya sebagai berikut:

أُصَلِّي فَرْضَ العِشَاأَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ قَضَآءً لله تَعَالَى

Ushallii fardhal  isya'i arba araka'aatin mustaqbilal qiblati qodho'an lilaahi ta'aalaa.

Artinya: Hamba niat (mengganti) sholat Isya empat rakaat menghadap kiblat karena Allah taala.

Tata Cara Sholat Qodho Maghib Isya

Tata cara melakukan sholat qodho sama seperti melakukan sholat fardhu pada umumnya.

Misalnya, seseorang lupa melaksanakan sholat maghib atau sholat isya karena tidak sengaja dan terpaksa, maka seseorang tersebut harus segera mengambil air wudhu lalu melaksanakan sholat dengan tata cara yang sama persis dengan sholat yang ditinggalkan.

Sholat qodho maghib dilaksanakan sebanyak tiga rakaat. 

Adapun sholat qodho isya dilaksanakan sebanyak empat rakaat. 

Syarat Sholat Qodho

Meskipun sholat qodho dilakukan dengan cara yang sama seperti sholat fardhu yang ditinggalkan, namun terdapat beberapa syarat sholat qodho yang perlu diketahui, yakni sebagai berikut dikutip dari laman ruangguru:

1. Sirr dan Jahr

Sirr dan jahr adalah cara membaca bacaan sholat. Sirr adalah cara membaca bacaan sholat dengan dilirihkan, sedangkan jahr adalah cara membaca bacaan sholat dengan dikeraskan.

Sholat fardhu yang dikerjakan pada waktunya, disunnahkan untuk dikeraskan bacaannya (jahr) pada waktu sholat maghrib, isya, dan subuh. Sementara itu, bacaan pada sholat dzuhur dan ashar disunnahkan untuk dibaca secara lirih (sirr).

Jahr dan sirr pada sholat qodho, terdapat dua pendapat, yaitu:

Ikut Waktu Asal (Jumhur) → mazhab Al-Hanafiyah, All-Malikiyah dan Al-Hanabilah sepakat bahwa jahr dan sirr dalam urusan sholat qodho mengikuti waktu asalnya.
Ikut Waktu Qodho (Asy-Syafi’iyah) → bacaan qodho sholat dikeraskan apabila dikerjakan pada sholat malam hari dan dilirihkan apabila dilakukan pada sholat siang hari.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved