Seputar Islam

3 Contoh Naskah Khutbah Jumat 22 Mei 2026 Tema Jelang Hari Tarwiyah, Hari Arafah dan Idul Adha

Jumat pekan ni adalah tiga hari menjelang Hari Tarwiyah, 4 hari menjelang Hari Arafah dan 5 Hari menjelang Hari Raya Idul Adha.

Tayang:
Penulis: Lisma Noviani | Editor: Lisma Noviani
tribunsumsel.com/qwenAI
NASKAH KHUTBAH JUMAT -- Ilustrasi masjid dan khutbah jumat, berikut 3 contoh naskah khutbah Jumat menjelang Hari Tarwiyah, Hari Arafah dan Idul Adha. 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Jumat tanggal 22 Mei 2026 bertepatan dengan tanggal 5 Dzulhijjah 1447 H dalam kalender Islam.

Ini berarti Jumat pekan ni adalah tiga hari menjelang Hari Tarwiyah, 4 hari menjelang Hari Arafah dan 5 Hari menjelang Hari Raya Idul Adha.

Berikut tribunsumsel.com sajikan contoh naskah khutbah Jumat berkaitan dengan tema jelang Hari Tarwiyah, Arafah dan Hari Raya Idul Adha atau Idul Qurban.


CONTOH NASKAH KHUTBAH 1


Judul :
Sumber : nu.or.id


Khutbah I

اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ نَوَّرَ قُلُوْبَ أَوْلِيَائِهِ بِأَنْوَارِ الْوِفَاقِ، وَرَفَعَ قَدْرَ أَصْفِيَائِهِ فِيْ الْأَفَاقِ، وَطَيَّبَ أَسْرَارَ الْقَاصِدِيْنَ بِطِيْبِ ثَنَائِهِ فِيْ الدِّيْنِ وَفَاقَ، وَسَقَى أَرْبَابَ مُعَامَلَاتِهِ مِنْ لَذِيْذِ مُنَاجَتِهِ شَرَابًا عَذْبَ الْمَذَاقِ، فَأَقْبَلُوْا لِطَلَبِ مَرَاضِيْهِ عَلَى أَقْدَامِ السِّبَاقِ. فَسُبْحَانَ مَنْ أَيْقَظَ الْأَبْرَارَ، وَحَثَّ مَطَايَا شَوْقِهِمْ اِلَى دَارِ الْقَرَارِ، وَاسْتَنْهَضَ عَزَائِمَهُمْ اِلىَ الْمُسَارَعَةِ وَالْبِدَارِ

أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ شَهَادَةً صَفَا مَوْرِدُهَا وَرَاقَ، نَرْجُوْ بِهَا النَّجَاَةَ مِنْ نَارٍ شَدِيْدَةِ الْاِحْرَاقِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَشْرَفُ الْخَلْقِ عَلَى الْاِطْلَاقِ، اَلَّذِيْ أُسْرِيَ بِهِ عَلَى الْبُرَاقِ، حَتَّى جَاوَزَ السَّبْعَ الطِّبَاقِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْبَرَرَةِ السَّبَاقِ، صَلَاةً وَسَلَامًا اِلَى يَوْمِ التَّلَاقِ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ الرَّحْمَنِ، فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ الْمَنَّانِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْانِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Alhamdulillahi rabbil alamin, puji syukur kepada Allah swt, sebagai pembuka dalam memulai khutbah Jumat pada siang hari ini, karena kita semua telah mendapatkan karunia yang sangat banyak dari Allah swt, bahkan tidak terhitung jumlahnya. Maka, sudah tentu syukur menjadi kalimat yang harus sering kita ucapkan, sebagai bentuk terimakasih kepada-Nya.

Shalawat dan salam mari senantiasa kita haturkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad saw, manusia sempurna yang telah sukses menjalankan semua visi dan misi dakwahnya dalam menyebarkan ajaran Islam yang penuh dengan kasih sayang. Semoga kita semua diakui sebagai umatnya, dan bisa mendapatkan syafaatnya, serta bisa berkumpul bersamanya di dalam surga yang penuh dengan kenikmatan. Amin ya rabbal alamin.

Selanjutnya, sudah menjadi keharusan bagi kami selaku khatib, untuk mengajak dan menyeru kepada kami sendiri, keluarga, dan semua jamaah, untuk senantiasa berusaha dan berupaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah swt, yaitu dengan cara mengerjakan semua kewajiban, menunaikan semua amanah dan tanggung jawab, serta meninggalkan semua yang dilarang dalam agama Islam.

Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Salah satu cara untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah swt adalah dengan cara mengerjakan semua hal-hal yang disunnahkan dalam Islam. Orang-orang yang senantiasa mengerjakan perbuatan sunnah, akan dicintai dan disayangi oleh Allah swt, dan orang yang dicintai oleh-Nya, akan mudah untuk mengerjakan ibadah-ibadah dan kebaikan-kebaikan. Rasulullah saw dalam salah satu haditsnya bersabda: 

وَمَا يَزالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ فَإِذَا أحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ ويَدَهُ الَّتي يَبْطِشُ بِهَا وَرجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا وَإنْ سَألَنِي أعْطَيْتُهُ وَلَئِن اسْتَعَاذَنِي لأعِيذَنَّهُ

Artinya: “Terdapat hamba-Ku yang selalu mendekatkan diri kepada-Ku dengan ibadah-ibadah sunnah, maka Aku akan mencintainya. Jika Aku telah mencintainya maka Aku adalah pendengarannya yang dia gunakan untuk mendengar, penglihatannya yang dia gunakan untuk melihat, tangannya yang dia gunakan untuk memukul, dan kakinya yang dia gunakan untuk berjalan. Jika dia meminta kepadaku, niscaya akan Aku berikan, dan jika dia meminta perlindungan dari-Ku, niscaya akan Aku lindungi.” (HR Bukhari dalam Sunan Baihaqi al-Kubra).

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved