Berita Palembang

Muhamadiyah Sumsel Ikut Tarik Dana Dari BSI, Manajemen BSI Palembang Bungkam

Pimpinan Wilayah Muhamadiyah Sumsel ikut menarik dana dari Bank Syariah Indonesia (BSI) Palembang.

Penulis: Hartati | Editor: Shinta Dwi Anggraini
Tribun Jabar
Muhamadiyah Sumsel Ikut Tarik Dana Dari BSI, Manajemen BSI Palembang belum memberikan jawaban saat dikonfirmasi hingga Jumat (7/6/2024). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pimpinan Wilayah Muhamadiyah Sumsel ikut menarik dana dari Bank Syariah Indonesia (BSI) Palembang.

Terkait hal ini, BSI Palembang masih bungkam saat dikonfirmasi terkait kebijakan Pimpinan Pusat Muhamadiyah yang menarik simpanannya di bank tersebut.

Diketahui, dana milik Muhammadiyah yang ditarik dari BSI kini dialokasikan ke sejumlah bank syariah lainnya salah satunya Bank Sumsel Babel (BSB) Syariah.

Kepala Cabang BSI Palembang Fahmi AR saat dikonfirmasi sejak kemarin, Kamis (6/6/2024) enggan merespon.

Berulang kali konfirmasi via telpon dan pesan whatsapp namun Fahmi tidak merespon satupun konfirmasi yang ditayangkan.

Hari ini, Jumat (7/6/2024) konfirmasi juga kembali dilakukan sejak pagi tadi pada BSI dan berakhir sama tidak memberikan respon.

Dikutip dari Tribunnews, Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas buka suara terkait penarikan dana dari Bank Syariah Indonesia (BSI).

Anwar mengungkapkan hal ini dilakukan demi mendukung perbankan syariah secara keseluruhan di Indonesia.

Hal tersebut, katanya, demi menciptakan persaingan sehat antar perbankan syariah yang ada, khususnya yang terkait dengan Muhammadiyah.

"Muhammadiyah punya komitmen yang tinggi untuk mendukung perbankan syariah. Untuk itu Muhammadiyah terus melakukan rasionalisasi dan konsolidasi terhadap masalah keuangannya agar Muhammadiyah bisa berkontribusi bagi terciptanya persaingan yang sehat di antara perbankan syariah yang ada," kata Anwar dalam keterangan tertulis, Rabu (5/6/2024).

Anwar juga mengungkapkan bahwa penarikan dana Muhammadiyah dari BSI dalam rangka untuk menata masalah keuangan, khususnya terkait penempatan dana di perbankan syariah.

Dia mengakui bahwa dana Muhammadiyah hanya terpusat disimpan di BSI sehingga menimbulkan resiko konsentrasi (concentration risk).

Padahal, sambung Anwar, banyak perbankan syariah selain BSI yang masih sedikit tersokong dana dari umat.

"Sehingga bank-bank syariah lain tersebut tidak bisa berkompetisi dengan margin yang ditawarkan oleh BSI baik dalam hal yang berhubungan dengan penempatan dana maupun pembiayaan," tuturnya.

Baca juga: Ormas Dapat Izin Tambang, PP Muhammadiyah Masih Pertimbangkan Sisi Positif Negatifnya

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved