Berita Palembang

BSI Palembang Buka Suara Muhammadiyah Sumsel Ikut Tarik Dana, Ungkap Komitmen di Perbankan Syariah

Bank Syariah Indonesia (BSI) Palembang buka suara terkait kebijakan Pimpinan Pusat Muhamadiyah yang menarik simpanannya di bank syariah tersebut. 

Penulis: Hartati | Editor: Shinta Dwi Anggraini
Tribunnews/JEPRIMA
Bank Syariah Indonesia (BSI) Palembang buka suara terkait kebijakan Pimpinan Pusat Muhamadiyah yang menarik simpanannya di BSI. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Bank Syariah Indonesia (BSI) Palembang buka suara terkait kebijakan Pimpinan Pusat Muhamadiyah yang menarik simpanannya di bank syariah tersebut. 

Diketahui, kebijakan PP Muhammadiyah menarik dananya dari BSI telah diikuti oleh Pimpinan Wilayah Muhamadiyah di daerah termasuk di Sumsel. 

Regional CEO 3 Palembang, Ari Yusnairy Muslim mengatakan, sehubungan mengenai keputusan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengalihkan dananya dari PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dan juga menginstruksikan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) juga ikut memindahkan dananya dari BSI, pada Selasa (4/6/2024), PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus berkomitmen untuk menjadi lembaga perbankan yang melayani segala lini masyarakat, menjadi bank yang modern serta inklusif dalam memberikan pelayanan kepada seluruh masyarakat dengan tetap menjunjung tinggi prinsip-prinsip syariah.

Terkait rencana pengalihan dana oleh PP Muhammadiyah, BSI berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis dan siap berkolaborasi dengan seluruh stakeholder dalam upaya mengembangkan sektor ekonomi umat bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) berbasis pesantren.

"Bagi kami di BSI, segmen UMKM menjadi salah satu fokus Bank Syariah Indonesia dalam mengembangkan ekosistem halal yang bermanfaat bagi umat," ujar Ari, Jumat (7/6/2024).

Baca juga: Muhamadiyah Sumsel Ikut Tarik Dana Dari BSI, Manajemen BSI Palembang Bungkam

Ari menyebut BSI senantiasa berkomitmen memenuhi ekspektasi seluruh pemangku kepentingan dengan menerapkan prinsip adil, seimbang dan bermanfaat (maslahat) sesuai syariat Islam.

Sebelumnya diberitakan, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyampaikan, keputusan pengalihan dana simpanan dan pembiayaan dari Bank Syariah Indonesia (BSI) dilakukan untuk meminimalkan persaingan yang mungkin terjadi di antara bank-bank syariah lain.

Keputusan ini juga dikuti oleh Pimpinan Muhammadiyah Wilayah (PMW) Sumatera Selatan (Sumsel).

PMW Sumatera Selatan (Sumsel), Ridwan Hayatuddin mengatakan, menghormati kebijakan PP sehingga juga ikut melaksanakan kebijakan yang ditetapkan pimpinan.

Untuk alasan penarikan dana sendiri secara pasti yang paling tahu alasannya Pimpinan Pusat namun setidaknya dugaannya adalah karena adanya aspirasi Pimpinan Pusat yang tidak bisa diakomodir oleh BSI.

Aspirasi itu bisa saja berupa aspek, idealisme, materialisme, in materialisme atau aspek syari lainnya.

"Bisa seluruh ditarik simpanan di BSI dan kita menghormati PP sehingga akan dijalankan kebijakan itu," ujar Ridwan, Kamis (6/6/2024).

Ditanya dana yang ada akan dialihkan ke bank syariah mana, Ridwan menyebut sebagian disimpan di Bank Sumsel Babel (BSB) Syariah karena BSB adalah bank milik masyarakat Sumsel.

Ridwan memuji BSB Syariah dalam berbagai kesempatan karena BSB Syariah punya produk syariah dan sekaligus banknya masyarakat Sumsel sehingga sudah berteman lama menjadi mitra.

PMW Sumsel juga sudah lama menyimpan dana di BSB Syariah beserta dengan jajaran Muhammadiyah lainnya juga selama ini sudah menjadi mitra BSB Syariah seperti Universitas Muhammadiyah, unit kesehatan dan pendidikan lainnya juga banyak yang telah menempatkan dana di BSB Syariah.

"BSB Syariah ini adalah teman tradisional namun karena kita berteman, jadi karena ada beberapa produk yang belum ada di BSB Syariah sehingga sebagian dana lainnya juga kita tempat di bank syariah lainnya," tambah Ridwan.

 

Baca artikel menarik lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved