Berita Palembang

Klarifikasi SDN 81 Palembang Soal Isu Adakan Perpisahan, Ternyata Sekolah Adakan Persami

Menanggapi hal itu, Kepala Sekolah SDN 81 Palembang Hj Yales Tyawati mengatakan yang dilakukan oleh pihak sekolah adalah Persami (Perkemahan Sabtu

Tayang:
Tribunsumsel.com/Rachmad Kurniawan
Kegiatan siswa kelas 6 SDN 81 Palembang mengikuti perkemahan Sabtu Minggu (Persami), Sabtu (1/6/2024). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Beredar di WhatsApp pesan dari salah seorang wali murid SDN 81 Palembang yang mempertanyakan adanya kegiatan semacam perpisahan untuk murid kelas 6.

Kegiatan yang dilakukan berupa acara Pramuka dan berkemah di sekolah yang berlangsung 1 Juni sampai dengan Minggu 2 Juni 2024.

"Assalamualaikum min,Mohon bantuannyo.Kami Wali Murid KELAS VI SDN 81 JAKABARING PALEMBANG Bingung, Katonyo dak boleh ngadoke perpisahan,tapi Anak anak kami diwajibkan ikut perpisahan dengan kedok acara Pramuka,kami dipungut 40 K per siswa, yang jadi masalahnyo Acara perpisahan nyo Malam hari yaitu Sabtu malam Minggu Tanggal 01/06/2024 ,dan lebih menghawatirkan lagi, ANAK ANAK HARUS NGINAP DI SEKOLAH,LALU SIAPO YANG BERTANGGUNG JAWAB ATAS KESELAMATAN ANAK2 KAMI. Tolong sampaikan niyan min pado pihak yang berwenang," bunyi pesan yang diterima Tribunsumsel.com di WhatsApp.

Menanggapi hal itu, Kepala Sekolah SDN 81 Palembang Hj Yales Tyawati mengatakan yang dilakukan oleh pihak sekolah adalah Persami (Perkemahan Sabtu-Minggu) di lingkungan sekolah.

"Tidak ada acara perpisahan ini hanya Persami yang dibuka dengan upacara dan syukuran potong tumpeng, " ujar Yales, kepada Tribunsumsel.com, Sabtu (1/6/2024).

Dalam kegiatan Persami, para murid kelas 6 tidur di dalam kelas yang sudah disiapkan guru dan pembina pramuka. Ia membantah jika apa yang dilakukan itu melanggar edaran Dinas Pendidikan Kota Palembang yang melarang adanya acara perpisahan.

"Yang ada hanya potong tumpeng dan Persami di sekolah. Anak-anak tidur di dalam kelas dan diawasi oleh para guru laki-laki dan pembina pramuka, " katanya.

Ide Persami sendiri bermula ide dari Pembina Pramuka dan mayoritas murid kelas 6 yang ingin punya kenang-kenangan ketika lulus dari Sekolah Dasar (SD).

Bahkan sebelum Yales menyetujui, ia sudah memberitahu kalau ada edaran tersebut dari Disdik agar guru, pembina, dan wali murid mengerti.

"Ini ide dari mereka, di sekolah ada ekstrakulikuler Pramuka. Anak-anak juga pengen punya kenang-kenangan waktu lulus sekolah," katanya.

Kendati demikian pihaknya telah mengirimkan surat kepada setiap wali murid untuk mengizinkan atau tidaknya sang anak ikut Persami di sekolah.

"Saya perintahkan pembina Pramuka bersurat ke wali murid. Dan banyak juga ternyata yang tidak ikut sekitar 30 an orang dari total murid kelas 6 ada 185 orang," jelasnya.

Sementara terkait uang Rp 40 ribu yang dikenakan ke wali murid, Yales menegaskan itu untuk konsumsi murid-murid.

"Ya itu untuk konsumsi murid-murid kita. Ada snack 2 kali yakni malam ini dan besok pagi, serta sarapan dan makan malamnya. Terus ada pemberian sertifikat juga ke murid," tutupnya

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved