Berita Palembang

Kisah Owner Cerita Wastra, Dari Hobi Menjahit Kini Aktif Kenalkan Kain Khas Sumsel Lewat Kreasi Tas

Berawal dari hobi membuat kerajinan menjahit, dan suka tas membuat Gita Riska terpikir untuk membuat tas berbahan kain khas Sumsel.

TRIBUNSUMSEL.COM/LINDA TRISNAWATI
Gita Riska owner Cerita Wastra Gita Riska menunjukkan tas hasil karyanya berbahan kain khas Sumsel, Senin (27/5/2024). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Berawal dari hobi membuat kerajinan menjahit, dan suka tas membuat Gita Riska terpikir untuk membuat tas handmade yang spesial dari bahan kain etnik khas Sumatera Selatan (Sumsel).

Owner Cerita Wastra, ini menceritakan bahwa ia memulai usaha tas dengan kain etnik sejak 2015.

Cerita Wastra merupakan brand Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lokal di Palembang.

"Warna, motif dan beragam kain khas Sumsel memiliki karakter dan keunggulan masing-masing. Jadi rata-rata dari 17 Kabupaten/Kota sudah pernah saya buat," kata Gitq Riska, Senin (27/5/2024).

Menurutnya, Cerita Wastra hadir mendukung produk daerah Sumsel terutama kain agar bisa dikenal nasional dan luar negeri. 

Baca juga: Prima Salam Buat SKCK di Polrestabes Palembang, Lengkapi Syarat Maju Jadi Calon Walikota Palembang

Bahkan berkata produk tas unik dan etnik dari kain Sumsel, Gita Riska berhasil membawa Cerita Wastra Jadi 5 UMKM Champion Sumsel.

"Karena hobi buat kerajinan menjahit, sekalian bikin crafting dari kain khas Sumsel kan banyak. Sekaligus supaya produk lokal, daerah sendiri bermanfaat. Apalagi wanita rata-rata suka tas kan, jadi mulai dari sini," kata lulusan desain interior dari salah satu Kampus di Bandung.

Produk Cerita Wastra by Gita Riska rata-rata memanfaatkan kain daerah di Sumsel seperti Gambo dari Musi Banyuasin (Muba).

Ada juga Angkinan dari Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, jumputan dan blongsong serta blongket dari Palembang dan lain-lain.

Minat dan animo pembeli produk Cerita Wastra banyak lewat pesan online dari akun instagram @gitariska serta menghubungi WhatsApp di nomor 082175421942.

Tetapi beberapa dari pembeli juga ada yang berkunjung langsung ke tempat pembuatan di Jalan Sirnaraga 275 Palembang.

Salah satu produk favorit adalah tas pastel dari bahan kain khas Sumsel yaitu blongsong.

Tas pastel jadi favorit konsumen karena bahannya lembut dan punya warna yang cerah. Harganya mulai dari Rp 200 ribuan.

Tasnya disebut pastel karena mirip pempek pastel/pistel.

Bentuknya tampak mini, namun memiliki muatan penyimpanan besar dan cocok dipakai sehari-hari ataupun dikenakan saat ada kegiatan dan acara.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved