Singapore Airlines Alami Turbulensi

Ada 2 Warga Indonesia, Inilah Daftar Penumpang Singapore Airlines yang Viral Alami Turbulensi

Inilah daftar nama penumpang Singapore Airlines yang alami turbulensi hingga luka dan tewas, ternyata ada 2 WNI...

|
Penulis: Thalia Amanda Putri | Editor: Weni Wahyuny
x/zoelfick
Kondisi pesawat usai alami turbulensi. Inilah daftar penumpang Singapore Airlines yang alami turbulensi. 

Diketahui jika saat itu pesawat Singapore Airlines awalnya terbang di ketinggian 37.000 kaki (11.280 m) kemudian menukik 6.000 kaki (1.830 m) dalam waktu sekitar tiga menit.

Pesawat tersebut menjadi terbang di ketinggian 31.000 kaki setelah melintasi Laut Andaman dan mendekati Thailand.

Pesawat itu lepas landas pada Senin (20/3/2024) pukul 22.38 waktu Inggris, lalu harus dialihkan ke ibu kota Thailand dan mendarat pada Selasa pukul 15.45 waktu setempat (09.45 waktu Inggris).

Kondisi dalam pesawat Singapore Airlines setelah mengalami turbulensi parah pada Selasa (21/5/2024). Kejadian pada pesawat Singapore Airlines penerbangan London-Singapura itu menyebabkan satu penumpang tewas dan puluhan lainnya terluka.
Kondisi dalam pesawat Singapore Airlines setelah mengalami turbulensi parah pada Selasa (21/5/2024). Kejadian pada pesawat Singapore Airlines penerbangan London-Singapura itu menyebabkan satu penumpang tewas dan puluhan lainnya terluka. (Bangkok Post)

Pesawat tiba-tiba mengalami penurunan ketinggian drastis setelah terbang sekitar 11 jam.

Pada video yang beredar, dalam pesawat tampak sangat chaos usai akibat kejadian tersebut.

Masker oksigen darurat penumpang pun tampak keluar dari kabin.

Penerbangan Singapore Airlines SQ321 dari Heathrow itu pun terpaksa melakukan pendaratan darurat di Bangkok, Thailand.

Video media sosial menunjukkan ambulans berbaris di bandara Suvarnabhumi, Bangkok.

Koresponden Sky Asia, Cordelia Lynch, yang berada di bandara, mengatakan ada 30 orang yang diyakini terluka dan media lokal melaporkan dua orang -bukan satu orang- mungkin telah meninggal dunia.

Pesawat diduga mengalami Clear Air Turbulance atau turbulensi udara jernih yang tak bisa diprediksi.

CAT bahkan menjadi penyebab utama penumpang terluka lantaran terjadi tanpa peringatan. Karena kondisi ini, awak pesawat kemungkinan tak punya waktu untuk menginstruksikan penumpang kembali ke tempat duduk mereka dan mengencangkan sabuk pengaman.

"Ada kecurigaan bahwa pesawat menabrak kantong udara sebelum melakukan pendaratan darurat. Ada beberapa gambar yang beredar di media sosial yang menunjukkan bagian dalam pesawat dan banyak puing-puing yang berserakan," jelasnya.

Singapore Airlines mengatakan, pihaknya telah bekerja sama dengan pihak berwenang Thailand untuk memberikan bantuan medis yang diperlukan dan mengirimkan tim ke Bangkok untuk memberikan bantuan tambahan.

"Prioritas kami adalah memberikan bantuan semaksimal mungkin kepada seluruh penumpang dan kru," tambahnya.

Peristiwa yang dialami pesawat yang membawa 211 penumpang dan 18 awak dari Bandara Heathrow London menuju Singapura ini membuat para penumpang terluka karena terlempar hingga satu orang meninggal dunia.

Baca juga: Keluarga Mantan Terpidana Disebut Salah Tangkap Kasus Vina Tidur di Rumah Pengacara Disorot

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved