Kecelakaan Bus Siswa SMK Lingga Kencana

Pilu Postingan Terakhir Siswi SMK Lingga Kencana Sebelum Tewas Kecelakaan, Singgung Soal Kematian

Beredar dimedia sosial postingan terakhir siswi SMK Lingga Kencana Depok sebelum tewas kecelakaan di Subang, Jawa Barat.

Penulis: Laily Fajrianty | Editor: Weni Wahyuny
Ig@adenabillaa
Ade Nabila Anggarani semasa hidup. Beredar di media sosial postingan terakhir siswi SMK Lingga Kencana Depok sebelum tewas kecelakaan di Subang, Jawa Barat. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Beredar di media sosial postingan terakhir siswi SMK Lingga Kencana Depok sebelum tewas kecelakaan di Subang, Jawa Barat.

Diketahui, kecelakaan maut bus Putera Fajar yang bawa penumpang pelajar SMK Lingga Kencana ini terjadi di jalan raya Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Subang, Jawa Barat, Sabtu (11/5/2024) sekitar pukul 18.45 WIB.

Akibat kecelakaan tersebut, 11 orang dilaporkan meninggal dunia, 27 orang luka berat, dan 13 orang mengalami luka sedang.

Adapun salah satu siswi yang tewas bernama Ade Nabila Anggarani.

Kini postingan terakhir Ade Nabila Anggarani menjadi sorotan warganet.

Pasalnya, postingan terakhir Ade Nabila Anggarini di Instagram menyiratkan pesan kehidupan setelah kematian.

Unggahan terakhir siswi SMK Lingga Kencana jadi sorotan.
Unggahan terakhir siswi SMK Lingga Kencana jadi sorotan.

Adapun postingan terakhir Ade Nabila Anggarini itu dibuat pada 13 Januari 2024 melalui akun Instagram @adenabillaa.

Ia mengunggah empat slide foto, di mana tiga slide awal adalah gambar bunga dan foto keempat merupakan foto selfie-nya.

Hingga berita ini diturunkan, unggahan tersebut sudah disukai sebanyak 20.000 pengguna Instagram dan memiliki lebih dari 2.000 komentar.

Dalam tulisan panjangnya itu, Nabila mengurai nasehat soal kehidupan dan kematian.

Baca juga: Curhat Wali Siswa SMK Lingga Kencana usai Anak jadi Korban Kecelakaan di Subang, Sindir Janji Kepsek

Berikut caption lengkapnya:

"Hidup ini adalah tanggung jawab, bukan pelarian.

Berlari sekencang apapun, menghindar sejauh apapun, yg namanya hidup tetaplah hidup. Dan ia akan selalu penuh dengan tanggung jawab ( bagi yg menyadari, dan kuharap kita semua menjadi sadar akan esensi hidup itu).

Dalam berjuang menggaungkan kebenaran, rasanya jalan itu panjang sekali, bukan? Namun aku pernah membaca serangkaian wacana yg cukup menyentil hatiku," tulisnya.

"Tanggung jawab berjuang dalam jalan kebenaran itu sebenarnya singkat. Kamu hanya perlu berjuang sampai mati. Jika kamu mati besok, maka tanggung jawab mu selesai sampai besok saja. Sudah sesingkat itu,

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved