Kecelakaan Bus Siswa SMK Lingga Kencana

Inilah Pesan Terakhir Suprayogi Guru SMK Lingga Kencana Sebelum Tewas Dalam Kecelakaan di Subang

Pesan pilu Suprayogi guru SMK Lingga Kencana jadi korban tewas kecelakaan bus rombongannya di tanjakan Ciater, Subang, sabtu (11/5) lalu.Bus dengan

Editor: Moch Krisna
Tribunnews.com/ Gita Irawan
Suprayogi guru SMK Lingga Kencana yang ikut tewas kecelakaan bus di Subang bersama 9 pelajar. 

Dari ratusan orang itu, terdapat 28 guru dan 122 siswa, sisanya sopir dan kernet bus.

Para peserta berangkat ke Bandung sejak Jumat (10/5/2024) pagi menggunakan tiga bus.

Naas, saat hendak pulang kembali ke Depok, bus nomor 1 mengalami musibah akibat rem blong.

Dari sekian puluh korban yang sebagian sudah dibawa ke Depok dan dilakukan perawatan, ada beberapa diantaranya masih berada di Subang.

"Ada tiga siswa yang masih di Subang (menjalani perawatan) dan korban luka sudah dibawa ke RS Brimob," ujarnya, Minggu (12/5/2024).

Menurut Dian, pihak Yayasan mendampingi keluarga korban dari lokasi kecelakaan sampai prosesi pemakaman.

Ia mengungkapn, acara tersebut sudah disepakati antara wali murid dengan pihak sekolah.

"Dilakukan secara resmi (sewa busnya)," tegasnya.

Pihak Yayasan Kesejahteraan Sosial ternyata tidak mengetahui jika bus yang kecelakaan itu masa berlaku kelayakan untuk jalan sudah habis.

Namun begitu, Dian menyatakan pihaknya merasa yakin dengan bus tersebut layak untuk membawa anak didiknya ke Bandung.

"Alhamdulillah yang dua bus baik-baik saja. Sebenarnya sejak awal kami yakin dengan PO ini, kalau tidak yakin kami tidak akan berangkatkan," ungkapnya.

"Kami ingin berikan yang terbaik untuk anak-anak kami," imbuhnya.

(*)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved