Arti Kata Bahasa Arab

Arti Sabar, Ikhlas dan Ridha, 3 Hal Jangan Kita Lupa Mintakan Kepada Allah Menurut Ustad Irfan Rizki

Pertama mintakan sabar, rasa sabar yang tanpa batas. Kedua minta sama Allah agar kita dikarunai hati yang penuh keikhlasan & menjadi orang yang ridho

Penulis: Lisma Noviani | Editor: Lisma Noviani
tribunsumsel/lisma
Arti Sabar, Ikhlas dan Ridha, Tiga Hal yang Jangan Kita Lupa Mintakan Kepada Allah Menurut Ustad Irfan Rizki Haas 

2. Sabar dalam ketaatan

Yang termasuk sabar dalam ketaatan adalah dengan menghilangkan seluruh sikap yang menjauhkan kita untuk memenuhi segala perintah Allah SWT, contohnya melaksanakan sholat, membayar zakat, selalu beristiqomah, memberikan sedekah, berpuasa, dan semua hal yang termasuk kedalam perbuatan amal ibadah.

 

3. Sabar dalam menjauhi perbuatan maksiat

Tidak ada toleransi dalam hal kemaksiatan, jika telah ada perintah larangan bagi kita untuk meninggalkan sebuah kemaksiatan maka wajib bagi kita untuk tidak mengerjakan segala larangan tersebut.

Contohnya sabar dalam menghadapi godaan duniawi yang bertujuan untuk hura-hura dan kesenangan sesaat yang tidak bermanfaat.

Sabar dalam menjauhi maksiat tidak hanya pada anggota badan tapi juga pada lisan.

Sabar memiliki banyak keutamaan yaitu, Allah akan selalu bersama dengan orang-orang yang sabar, orang yang sabar termasuk golongan orang-orang yang bertaqwa, diberikan balasan yang besar oleh Allah SWT, orang yang sabar akan mendapat ampunan dari Allah SWT, orang yang sabar akan dicintai Allah, sabar itu lebih utama dari bersyukur, mendapatkan derajat dan penghormatan yang tinggi di dalam surga.

 

Ikhlas

Ikhlas berasal dari kata akhlasha yang merupakan bentuk kata kerja lampau intransitif khalasha dengan menambahkan satu huruf alif bentuk mudhari (saat ini) dari akhlasha adalah yukhlishu dan bentuk masdharnya yaitu ikhlas.

Kata tersebut berarti murni, bersih, jernih, tanpa campuran.

Ikhlas adalah suatu sikap perbuatan yang di lakukan hanya demi dan karena Allah semata tanpa mengharapkan imbalan dan pujian dari orang lain.

Landasan niat yang ikhlas ialah memurnikan niat karena Allah semata. Setiap bagian dari perkara duniawi yang sudah mencemari amal kebaikan, sedikit atau banyak, dan apabila hati kita bergantung kepadanya maka kemurnian amal tersebut akan ternoda atau hilang keikhlasannya.

Ikhlas tidak lagi ikhlas kalau ada unsur riya (pamer), sum'ah (ingin dipuji).

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved