Arti Kata Bahasa Arab

Arti Hasbiallahu Lailaha Illa Huwa Alaihi Tawakkaltu, Bacaan Dzikir dari Ayat Laqad Jaakum & Manfaat

Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arsy yang Agung.

Penulis: Lisma Noviani | Editor: Lisma Noviani
tribunsumsel/lisma
hasbiallahu lailahailla huwa alaihi tawakkaltu wa huwa robbul arsyil adzim, bacaan dzikir dari ayat laqod jaakum, arti dan manfaat. 

 


Surat At-Taubah Ayat 129


فَإِن تَوَلَّوْا۟ فَقُلْ حَسْبِىَ ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ
إِلَّا هُوَ ۖ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ ۖ وَهُوَ رَبُّ ٱلْعَرْشِ ٱلْعَظِيمِ


Arab-Latin:
Fa in tawallau fa qul ḥasbiyallāhu lā ilāha illā huw, 'alaihi tawakkaltu wa huwa rabbul-'arsyil-'aẓīm


Artinya:

Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arsy yang agung".

 

Tafsir ayat Surat At Taubah ayat 128-129 dari Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

 

128. Hai orang-orang beriman, sungguh telah datang kepada kalian seorang Rasul yang agung dari kaum kalian; ujian dan cobaan yang menimpa kalian sangat terasa berat baginya; dia sangat ingin kalian mendapat keimanan dan keselamatan dari api neraka, dan dia sangat mengasihi dan mencintai orang-orang beriman


129. Maka apabila kaum musyrikin dan orang-orang munafik tetap berpaling dari keimanan kepada mu (wahai rasul), maka katakanlah kepada mereka, ”cukuplah Allah bagiku, Dia akan memenuhi apa yang menjadi cita-citaku, tiada tuhan yang berhak di sembah kecuali Dia, kepadaNya lah aku bergantung. Dan kepadaNYa aku serahkan seluruh urusanku, sesungguhnya Dia penolong dan yang akan membantuku. Dia Robb pemilik arsy yang agung yang merupakan makhluk yang paling besar.”

 

Tentang manfaat dan keutamaan bacaan dzikir ḥasbiyallāhu lā ilāha illā huw, 'alaihi tawakkaltu wa huwa rabbul-'arsyil-'aẓīm

Abu Darda radhiyallahu anhu, yang meriwayatkan hadits ini mengatakan, “Dibaca sebanyak tujuh kali, maka Allah akan mencukupkan segala kepentingannya.” (HR. Abu Dawud, no. 5081).

Pendapat yang shahih menyatakan bahwa hadits ini mauquf (tidak bersumber kepada Nabi melainkan terhenti pada sahabat saja) namun perawi hadits ini merupakan perawi yang terpercaya, dan memiliki indikasi kuat sebagai hadits marfu’ (tersandar kepada Nabi) sebagaimana disampaikan oleh Syaikh Al-Albani (Lihat: Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah 11/449).

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved