Berita Viral

Kisah Rendi Anak Penjual Gorengan, Dulu Hidup Susah Diusir dari Kontrakan, Kini Sukses di Jepang

Inilah kisah Rendi selaku anak penjual gorengan dan es di Ciamis demi bantu orangtua, kini kerja di sebuah lembaga penelitian terbesar di Jepang..

Penulis: Thalia Amanda Putri | Editor: Weni Wahyuny
instagram/santosoim / instagram/rendiahmad22
Kisah Rendi Anak Penjual Gorengan dan Es di Ciamis, Kini Kerja di Lembaga Penelitian Terbesar Jepang 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Thalia Amanda Putri

TRIBUNSUMSEL.COM - Inilah kisah Rendi, anak penjual gorengan dan es di Ciamis yang kini bekerja di sebuah lembaga penelitian terbesar di Jepang

Semua itu berkat ketulusan dan kegigihannya, dilansir dari akun instagram @santosoim, Rabu (21/2/2024).

Dalam unggahan tersebut menceritakan kisah dari seorang anak penjual gorengan dan es di Ciamis bernama Rendi yang berhasil meraih kesuksesan.

Hal tersebut diungkap oleh sosok bernama Imam Santoso selaku dosen Rendi di FTTM ITB.

Imam Santoso menyebut jika Rendi merupakan anak dari seorang anak penjual gorengan asal Ciamis dan seorang buruh harian lepas di Bandung.

"Aku punya mahasiswa bernama Rendi. Ibunya pedagang gorengan di persimpangan jalan dekat SMK di Panjalu, Ciamis. Bapaknya dulu kerja sebagai buruh harian lepas di Gedebage Bandung," tulisnya dalam unggahan.

Namun kini Rendi berhasil meraih kesuksesan berkat kerja kerasnya.

"Anak penjual gorengan di persimpangan jalan Ciamis itu, kini kerja di salah satu lembaga riset terbesar Jepang,' tulis keterangan dalam unggahan tersebut.

Kisah Rendi sendiri menjadi sorotan lantaran penuh perjuangan.

Diketahui jika semasa kecil, Rendi pernah diusir dari kontrakan karena telat bayar dan mengharuskannya berpindah-pindah sampai menginjak kelas 1 SD.

"Dulu ngontrak pindah pindah sampe Rendi kelas 1 SD, pernah diusir dari suatu kontrakan karena telat bayar," pungkasnya.

"Pernah pas duduk bareng bapaknya, tiba-tiba bapaknya bilang "Ndi, maafin bapak ya. Kamu bapak ajak hidup susah". Dengerin itu ia sedih, sakit banget, karena itu bukan kesalahan bapaknya," tulis di keterangan.

Bahkan, ia membantu sang ayah dengan berjualan es dan gorengan di kelas dan juga ibu-ibu senam.

"Pas SD, dia sering bantu ibunya jualan es pakai termos ke kelas-kelas, dan gorengan ke ibu-ibu di tempat ramai kayak tempat ibu-ibu yang lagi senam," ujar keterangan di unggahan itu.

Rendi mengatakan bahwa saat SMP dia harus berjalan kaki karena jarak rumahnya yang cukup jauh dan uang yang tak cukup untuk membeli sebuah motor.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved