Berita Ogan Ilir

Harga Bahan Pokok Naik Jelang Ramadan, Bupati Ogan Ilir Ingatkan Warga Tak Panic Buying

Pantauan di pasaran, harga beras saat ini berada di angka rata-rata Rp 15 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 13 ribu per kilogram. 

Penulis: Agung Dwipayana | Editor: Sri Hidayatun
agung/tribunsumsel.com
Bupati Panca Wijaya Akbar bersama Ketua TP PKK Kabupaten Ogan Ilir, Mikhailia Tikha Alamsjah saat meninjau Pasar Indralaya, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNSUMSEL.COM,INDRALAYA - Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar mewanti-wanti masyarakat supaya tidak panik terhadap kenaikan harga bahan pokok. 

"Kami imbau kepada masyarakat di Ogan Ilir supaya tidak panic buying terhadap kenaikan harga bahan pokok," kata Panca kepada wartawan di Indralaya, Rabu (21/2/2024).

Penekanan juga disampaikan Panca kepada masyarakat menengah ke atas yang biasa membeli bahan pokok dengan jumlah besar. 

"Kasihan dengan masyarakat menengah ke bawah, karena sangat berdampak kepada mereka. Harga sudah tinggi, barangnya juga tidak ada karena ada oknum yang panic buying," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, harga beras di wilayah Kabupaten Ogan Ilir sedang mengalami kenaikan. 

Pantauan di pasaran, harga beras saat ini berada di angka rata-rata Rp 15 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 13 ribu per kilogram. 

Baca juga: Bupati Panca Wijaya Akbar Ajak Masyarakat Zikir Bersama Sambut HUT ke-20 Ogan Ilir

Baca juga: Audiensi dengan Pj Gubernur Sumsel, Bupati Panca Koordinasi Terkait Karhutlah

Menurut salah seorang pedagang di Pasar Indralaya, Amir, yang mengaku sangat merasakan dampak kenaikan beras sejak Desember tahun lalu. 

Berdasarkan informasi yang didapat pedagang, kenaikan harga beras karena terbatasnya stok dampak gagal panen akibat el nino.

Diprediksi, kenaikan harga ini akan terus terjadi hingga bulan Ramadan mendatang dan pedagang seperti Amir mengaku cemas.

"Siap-siap saja bakal ada kenaikan barang termasuk beras jelang Ramadan. Kami hanya bisa ikut keadaan," tutur Amir.

Selain melayani eceran, Amir juga menjual beras premium kemasan ukuran 10 kilogram hingga 20 kilogram.

Dengan kenaikan harga ini, Amir mengaku lebih banyak menerima permintaan beras kiloan dari warga.

"Kalau pembeli tetap ada. Tapi yang biasanya beli per karung, sekarang beli per kilo," terang Amir.

Baca berita menarik lainnya di google news

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved