Polisi Diserang di Tulung Selapan OKI

Update Kondisi 2 Polisi di Tulung Selapan OKI Diserang Warga, Bermula Hendak Tangkap Pelaku Penipuan

Kondisi Dua polisi yang diserang puluhan warga Desa Lebung Gajah, Kecamatan Tulung Selapan OKI saat hendak menangkap pelaku penipuan

TRIBUNSUMSEL.COM/WINANDO DAVINCHI
Kabag Ops Polres OKI, Kompol Abdul Rahman mengatakan kondisi dua anggota Polsek Tulung Selapan yang diserang warga kini sudah membaik, Senin (5/2/2024). 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG -- Dua polisi yang diserang puluhan warga Desa Lebung Gajah, Kecamatan Tulung Selapan OKI saat hendak menangkap pelaku penipuan kini sudah kembali bertugas. 

Sebelumnya kedua polisi di Polsek Tulung Selapan itu mengalami luka di pelipis mata dan telinga akibat diserang warga. 

Disampaikan Kapolres OKI, AKBP Hendrawan Susanto melalui Kabag Ops, Kompol Abdul Rahman bahwa kondisi kedua korban saat ini sudah membaik dan kembali masuk bekerja di Mapolsek Tulung Selapan

"Kondisi kedua anggota kami sudah membaik dan dari kemarin sudah mulai bekerja. Mereka hanya mengalami luka di pelipis mata dan di atas telinga sebelah kiri," katanya saat dikonfirmasi pada Senin (5/2/2024) siang.

Diceritakan kejadian diawali saat personil Polsek Tulung Selapan tengah menindaklanjuti tindak pidana penipuan tipsani (tipu sana tipu sini).

"Setelah mengetahui keberadaan pelaku di Desa Lebung Gajah, kami menurunkan 12 orang personil yang berangkat kesana. Dimana mereka membagi tugas ada yang di sisi jalan, satu ditengah dan satu lagi di lokasi penangkapan. Agar teknik ini mencapai target yang terlaksana dan berhasilnya mengungkap kasus," urainya.

Baca juga: 6.211 Pegawai Honorer Diusulkan Pemkot Palembang Jadi PPPK dan CPNS 

Beredar sebuah video memperlihatkan puluhan warga di Desa Lebung Gajah, Kecamatan Tulung Selapan, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan melakukan aksi anarkis terhadap anggota kepolisian Polsek Tulung Selapan yang tengah bertugas.
Beredar sebuah video memperlihatkan puluhan warga di Desa Lebung Gajah, Kecamatan Tulung Selapan, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan melakukan aksi anarkis terhadap anggota kepolisian Polsek Tulung Selapan yang tengah bertugas. (Dokuimentasi Warga)

Dikatakan lebih lanjut, saat petugas tengah melakukan pengamanan terhadap satu orang pelaku.

Mereka dicegat dan mendapat perlawanan terhadap para anggota kepolisian.

"Saat itu personil kepolisian diberhentikan dengan alasan pelaku adalah rekan dari mereka. Untuk tidak dibawa dan diamankan. Adapun barang bukti yang dibawa adalah tas dan handphone sudah berada di personil Polsek Tulung Selapan," tuturnya.

Dikarenakan terjadinya negosiasi antara anggota Polsek dan masyarakat. Namun saat dilakukan negosiasi terlalu banyak warga yang berkerumun dan ada yang memprovokasi.

"Saat anggota kami sedang membawa pelaku, ternyata ada beberapa warga yang menyatakan bahwa bukan polisi. Kita serang dan kita habisi karena sering mengganggu kita,"

"Nah terpiculah dari situ, ada anggota melakukan pengejaran dan anggota mengamankan pelakunya.  Namun ada beberapa rekan kita yang terpisah dan dianiaya oleh masyarakat," ungkapnya.

Selanjutnya, pihak Polsek Tulung Selapan melakukan koordinasi dengan pemerintah desa setempat.

"Saat itu kita ambil keputusan untuk situasi diredam permasalahan kita selesaikan. Lalu anggota kita kembalikan ke posisinya dan pelaku  sama-sama kita serahkan. Sehingga kades dan tokoh masyarakat menjamin, barulah kondisi kondusif dan warga membubarkan diri masing-masing," ujarnya. 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved