Berita Muratara

Muncul Lagi Hoaks Jalan Putus di Aringin-Mandi Angin Muratara, Ada Warga Batalkan Bepergian

Hoaks atau kabar bohong menyebutkan jalan putus penghubung Desa Aringin dan Desa Mandi Angin Muratara muncul lagi, warga urungkan bepergian.

Penulis: Rahmat Aizullah | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/RAHMAT AIZULLAH
Hoaks atau kabar bohong menyebutkan jalan putus penghubung Desa Aringin dan Desa Mandi Angin di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) muncul lagi, Sabtu (3/2/2024). Informasi hoaks beredar dan kondisi jalan terkini. 

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Hoaks atau kabar bohong menyebutkan jalan putus penghubung Desa Aringin dan Desa Mandi Angin di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) muncul lagi, Sabtu (3/2/2024).

Sebelumnya pada akhir Maret 2023 lalu, beredar hoaks bahwa jalan tersebut ambrol, bahkan sampai diberitakan salah satu media online yang selama ini dianggap corong informasi terpercaya.

Kali ini dengan beredarnya kembali kabar palsu tersebut ada warga yang terlanjur percaya sehingga mengurungkan rencana untuk bepergian ke Kota Lubuklinggau.

"Nah hoaks lagi ya, aku sudah batal ke Linggau ini, kurang kerjaan orang menyebar informasi itu, sudah dua kali hoaks ini," ujar Samsuri pada TribunSumsel.com, Sabtu (3/2/2024).

Sebelumnya pada akhir Maret 2023 lalu, warga hingga polisi sampai dibuat repot gara-gara berita bohong atau hoaks soal jalan ambrol masuk sungai di wilayah yang sama.

Baca juga: Debat Capres 2024 Kelima Sekaligus Terakhir, Kandidat Unjuk Kemampuan Dulang Suara Pemilih Abu-abu

Jalan tersebut memang sudah terancam amblas masuk sungai Rawas di wilayah perbatasan Desa Aringin Kecamatan Karang Dapo dan Desa Mandi Angin Kecamatan Rawas Ilir.

Sebuah media online bahkan langsung memuat berita jalan ambrol tersebut tanpa mengkroscek ke lokasi atau mengkonfirmasi pemerintah setempat.

Alhasil, ternyata fakta di lapangan jalan poros penghubung antar desa antar kecamatan itu tidak terjadi ambrol seperti tampak pada foto yang dimuat oleh media tersebut.

Sementara itu, redaksi media online yang memuat berita hoaks tersebut telah menyampaikan permintaan maaf kepada pembacaannya.

Mereka menyadari bahwa informasi yang diterimanya terkait jalan longsor itu adalah palsu atau hoax.

Warga percaya begitu saja dengan informasi jalan ambrol itu karena telah diberitakan oleh media tersebut yang diyakini selama ini sebagai corong informasi terpercaya.

"Masalahnya itu media besar, ada jaringan Network-nya di seluruh Indonesia, bukan media online biasa, jadi kita percaya saja," ujar warga kala itu.

Tak hanya warga, polisi pun waktu itu dibuat kerepotan gara-gara berita tersebut yang menyebar sangat cepat di medsos dan grup-grup WhatsApp.

Kapolsek Rawas Ilir AKP Hendri mengingatkan kembali agar masyarakat pengguna medsos untuk lebih berhati-hati menyebarkan informasi yang belum pasti kebenarannya.

Pihaknya berharap pengguna medsos dapat lebih cerdas berselancar di dunia maya karena bila sengaja menyebarkan hoaks atau kabar tidak benar tentu bisa berurusan dengan hukum.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved