Satu Keluarga Tewas Tertimpa Tembok

Akhir Kasus Tembok SPBU Roboh di Tebet Tewaskan Satu Keluarga Berujung Damai, Ikhlaskan Kejadian

Akhir kasus robohnya tembok SPBU di Tebet, Jakarta Selatan yang menewaskan satu keluarga berujung damai.

Penulis: Laily Fajrianty | Editor: Slamet Teguh
Kompas.com
Akhir kasus robohnya tembok SPBU di Tebet, Jakarta Selatan yang menewaskan satu keluarga berujung damai. 

"Saya ketemu untuk beri makan ke ibu saya, tapi saya izin keluar pas adik saya datang. Dia memang sudah janji untuk datang," kata Amry di lokasi, Minggu.

Tidak lama, D datang bersama MF karena sudah janji akan mengunjungi S dan T. Amry pun berpamitan pergi sebelum pukul 12.00 WIB untuk menemui teman-temannya.

Kendati demikian, beberapa saat kemudian, Amry diberi kabar bahwa empat anggota keluarganya tertimpa tembok roboh.

Ia pun langsung mengontak Doni. Doni mengaku, ia marah ketika dihubungi oleh Amry karena merasa dibohongi.

"Saya ditelepon keponakan saya si Amry. Dia bilang, mereka bertiga ketiban tembok. Saya marah. Gimana sih perasaan saya, baru dari situ langsung ditelepon mereka ketiban tembok?" ucap Doni.

Namun, ia lekas meredam amarahnya dan bergegas ke tempat S dan T. Doni melihat, tembok sudah roboh dan nyawa tiga keluarganya tidak terselamatkan.
"Enggak tahunya benar. Mereka ketiban tembok. Yang meninggal S, T, dan D. Yang selamat cuma anaknya D, MF," ungkap Doni.

S, T, dan D, dievakuasi ke RSCM sebelum dimakamkan oleh pihak keluarga. Sementara MF dibawa ke RSUD Tebet untuk dirawat.

Baca berita lainnya di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved