Penemuan 4 Mayat di Sekayu Muba

Tersangka Pembunuhan Satu Keluarga di Muba Ngaku Menyesal, Sering Terbayang Saat Habisi Nyawa Korban

Tersangka pembunuh satu keluarga di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Sumsel mengaku sangat menyesali perbuatannya. 

TRIBUNSUMSEL.COM/RACHMAD KURNIAWAN
Rekonstruksi pembunuhan satu keluarga di Muba digelar Unit IV Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, Rabu (10/1/2024). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Eeng Praza (48) tersangka pembunuh satu keluarga di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Sumsel mengaku sangat menyesali perbuatannya. 

Saat proses rekonstruksi yang digelar Unit IV Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, Eeng berucap selama di tahanan dia masih sering terbayang detik-detik ketika ia menghabisi nyawa keempat korban satu per satu.

"Masih terbayang dengan wajah korban dan masih ingat adegannya seperti apa," ungkap Eeng disela proses rekonstruksi di Polda Sumsel, Rabu (10/1/2024). 

Pembunuhan satu keluarga itu terjadi di Desa Lumpatan 1 Kecamatan Sekayu, Musi Banyuasin.

Sebanyak 31 adegan mulai dari tersangka Eeng Plaza datang ke rumah korban Heri yang diperankannya langsung.

Rekonstruksi dipimpin Kanit IV Subdit III Jatanras AKP Taufik.

Baca juga: Banjir di Musi Rawas Rendam Akses Jalan Utama Kecamatan Tuah Negeri-Sukakarya, Tinggi Air 1 Meter

 

 

Eeng datang ke rumahnya untuk menagih uang hasil penjualan handphone dan juga modal yang sebelumnya diberikan kepada Heri.

Dalam rekonstruksi diketahui bahwa tersangka Eeng tidak hanya memukul Heri menggunakan kayu bakar, ia juga memukul kepala korban berkali-kali menggunakan besi.

Sebelumnya tersangka datang ke rumah Heri dengan maksud menagih uang modal jual-beli dan hasil keuntungannya. Heri yang merasa tak senang ketika ditagih oleh Eeng.

Kemudian Heri mengambil parang dan membacok Eeng yang saat itu sedang duduk di depan pintu rumahnya hingga terjatuh sampai keluar rumah. Eeng pun membalas Heri dan memukulnya dengan kayu bakar yang diambil di depan rumah korban. Eeng berbalik mengejar korban ke dalam rumah sambil memegang kayu.

Sesaat kemudian Heri hendak mengambil sebatang besi, Eeng memukulnya menggunakan kayu bakar lalu mengambil besi tersebut untuk memukul Heri berkali-kali.

Setelah memukul Heri, ibu Heri yakni Masturah melihat anaknya dipukul turut diserang Eeng. Tak sampai disitu kedua anak Heri yang menyaksikan kejadian tragis itu turut dikejar oleh Eeng dan menghabisi nyawa kedua bocah tak bersalah tersebut.

Eeng memukul anak perempuan Heri yakni Aurel (5) terlebih dulu menggunakan kayu kemudian juga memukul Marcel.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved