Kaleidoskop 2023

Kaleidoskop 2023: 6 Kejadian Viral di Sumsel, Pengantin Hilang Hingga Ibu Diusir Anak Angkat

Sejumlah peristiwa terjadi di Sumatera Selatan sepanjang tahun 2023 ini hingga viral di media sosial. kriminal, penganiayaan, hingga pengantin hilang

|
Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Shinta Dwi Anggraini
Kolase/Tribunsumsel
Sejumlah peristiwa terjadi di Sumatera Selatan sepanjang tahun 2023 ini hingga viral di media sosial. kriminal, penganiayaan, hingga pengantin hilang 

Saat membuka rumah tersebut disaksikan oleh pemerintah setempat dan pihak kepolisian.

Kendati demikian, kini Siti Marbiah akhirnya kembali tinggal di rumah yang sempat dihibahkan ke AY tersebut.

5. Mahasiswi Unsri Tewas Usai Aborsi

Kapolres Ogan Ilir AKBP H. Andi Baso Rahman mengatakan Diat Putra Nurkesuma (23 tahun) pacar mahasiswi Unsri Meninggal aborsi resmi jadi tersangka setelah polisi Polres OI.
Kapolres Ogan Ilir AKBP H. Andi Baso Rahman mengatakan Diat Putra Nurkesuma (23 tahun) pacar mahasiswi Unsri Meninggal aborsi resmi jadi tersangka setelah polisi Polres OI. (TRIBUN SUMSEL/AGUNG DWIPAYANA)

RF (21) mahasiswi Universitas Sriwijaya (Unsri) meninggal dunia usai menggugurkan kandungan.

Dari hasil pemeriksaan dokter, mahasiswi Unsri jurusan Prodi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik tersebut sedang hamil dengan usia kandungan diperkirakan sudah memasuki 25 minggu atau sekitar 6 bulan lebih.

Terungkap pula bagaimana kondisi terakhir RF yang saat dibawa ke rumah sakit sudah dalam keadaan tak bergerak sama sekali.

RF meninggal dunia setelah mengonsumsi obat penggugur kandungan yang disuruh oleh kekasihnya, Diat Putra Nurkesuma.

Sementara janin korban yang sempat dikeluarkan di kamar kos milik tersangka, dibuang ke kloset.

Dari tangan tersangka yang juga mahasiswa Unsri, polisi menyita barang bukti berupa obat keras untuk menggugurkan kandungan yang dibeli secara online.

Baca juga: Update Kasus Mahasiswi Unsri Tewas Aborsi, Pacar Korban Resmi Tersangka Terancam 10 Tahun Penjara

Barang bukti lainnya yakni kemasan paket obat dan sebuah botol minuman bersoda yang turut dikonsumsi RF.

Sebanyak 16 butir obat seharga Rp 2,2 juta itu dibeli tersangka dan kepada admin penjual, tersangka berdalih memerlukan obat pelangsing.

Diat Putra Nurkesuma sudah diamankan polisi beberapa jam setelah RF dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Ar Royyan Indralaya, pada Jumat (17/11/2023) lalu.

Ia terancam hukuman 10 tahun penjara.

Tersangka pun dijerat Pasal Pasal 77 Undang Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan, di mana di dalamnya berisi tentang perbuatan aborsi.

6. Besan Saling Tujah di Musi Rawas

Pelaku Masuri (52) warga Rt.03 Kelurahan Pasar Muara Beliti Kecamatan Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas, saat diamankan di Mapolres Mura.
Pelaku Masuri (52) warga Rt.03 Kelurahan Pasar Muara Beliti Kecamatan Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas, saat diamankan di Mapolres Mura. (Dokumentasi Mapolres Mura)

Warga Musi Rawas, Sumatera Selatan sempat dihebohkan dengan peristiwa besan saling membunuh.

Peristiwa berdarah tersebut terjadi pada Sabtu (23/12/2023) pagi sekira pukul 10.00 Wib di rumah korban di RT.03 Kelurahan Pasar Muara Beliti Kecamatan Muara Beliti.

Diketahui identitas pelaku adalah Masuri (52) warga RT.03 Kelurahan Pasar Muara Beliti Kecamatan Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas.

Masuri duel dengan besannya sendiri yakni Herman alias Manda (47) yang juga warga RT.03 Kelurahan Pasar Muara Beliti Kecamatan Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas.

Dalam duel tersebut, Herman meninggal dunia, setelah mendapat tusukan senjata tajam di bagian perut dan juga lehernya.

Dari keterangan keponakannya tersebut, pelaku hanya singgah dari pukul 11.00 Wib sampai dengan pukul 15.00 Wib, setelah sebelumnya dijemput oleh Atta.

Awalnya, RISKI yang merupakan menantu korban, mendatangi rumah korban bersama dengan ayuknya, dengan maksud akan mengajak istri dan anak kembali ke rumahnya, karena habis melahirkan di rumah korban.

Namun, sesampainya di rumah korban, Riski tidak dibolehkan oleh korban untuk mengambil anaknya, karena anaknya yang baru lahir dan berumur enam hari.

Korban meminta Riski untuk sabar, tetapi Riski langsung marah meninju dan menerjang kaki mertuanya, sehingga membuat korban terjatuh.

Kemudian pada saat terjatuh korban langsung mengambil 1 bilah pisau yang berada di dekatnya dan langsung menusuk perut Riski sebanyak 1 kali. Melihat hal tersebut, ayuk Riski langsung melerai dan menarik adiknya tersebut untuk pulang.

Sesampainya di rumah ayuk Riski, melaporkan ke ibunya, bajwa adiknya telah di tusuk oleh korban bagian bawah dada sebelah kanan.

Mendengar hal tersebut, ibu Riski pingsan dan tak sadarkan diri. Kemudian, langsung menelpon ayahnya yang bernama Masuri yang sedang mengambil buah pete di Daerah Rompok Gegas.

Mendengar hal tersebut pelaku tidak terima dan langsung emosi, sehingga mendatangi rumah korban dengan membawa 1 bilah senjata tajam jenis pisau.

Sesampainya di rumah korban, korban yang sedang duduk di ruang tamu langsung ditusuk oleh pelaku dibagian leher dan perut, sehingga korban langsung terjatuh dilantai ruangan tamu dan meninggal dunia.

Akibat kejadian tersebut keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke polres Musi Rawas guna proses sesuai hukum yang berlaku.

Baca berita lainnya di google news

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved