Berita Kilang Pertamina Plaju

Kilang Pertamina Plaju Sabet PROPER Emas Kedua Kalinya dari KLHK RI

Penyerahan PROPER dilangsungkan pada Anugerah Lingkungan yang diadakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK RI).

Editor: Sri Hidayatun
Dokumentasi Kilang Pertamina Plaju
PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit III Plaju (Kilang Pertamina Plaju) terus berkomitmen menjadi perusahaan migas yang berwawasan lingkungan, serta menjalankan praktik bisnis yang berkelanjutan. 

Untuk itu, lebih lanjut Wapres menguraikan poin-poin yang perlu menjadi perhatian para pemangku kepentingan. Pertama, ia meminta kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan agar terus ditingkatkan.

“Perlu menjadi perhatian bahwa mayoritas peserta tahun ini berada di level BIRU. Di tahun berikutnya, saya harapkan persentase perusahaan akan mendominasi di kategori HIJAU dan EMAS,” pinta Wapres.

Kedua, Wapres mengingatkan efisiensi pengelolaan lingkungan perlu dibarengi dengan semangat pemberdayaan masyarakat.

Ia menuturkan, PROPER tahun ini telah mendorong efisiensi anggaran dalam pengelolaan lingkungan hingga lebih dari 158 triliun Rupiah atau sekitar 23 persen lebih hemat dari tahun sebelumnya.

Dari sisi pemberdayaan masyarakat, sambung Wapres, tercatat dana yang digulirkan perusahaan mencapai 1,56 triliun Rupiah.

Selain itu, terdapat lebih dari 20 ribu kegiatan yang menjawab Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dengan total dana sekitar 57 triliun Rupiah, naik hampir 24 persen sejak pertama kali PROPER diluncurkan pada 2018.

“Saya minta anggaran ini dipastikan pemanfaatannya secara tepat untuk pengelolaan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pesannya.

“Saya juga berharap, penganugerahan PROPER mampu mengubah paradigma bahwa program tanggung jawab sosial perusahaan bukan hanya sekadar berbagi bantuan, melainkan juga menjadi kegiatan yang berorientasi pada pemberdayaan dan kemandirian masyarakat,” imbuh Wapres.

Ketiga, ia mengimbau, kolaborasi multipihak dan peran aktif dunia usaha supaya ditingkatkan.

Menurut Wapres, sumbangsih ini sangat penting untuk mewujudkan komitmen Indonesia dalam menurunkan emisi gas rumah kaca menjadi 31,89 persen dengan kemampuan sendiri dan 43,20 persen dengan dukungan internasional pada 2030.

Terlebih, negara ini juga memiliki komitmen untuk mendukung target pencapaian Emisi Nol Bersih pada 2060.

“Secara khusus saya berpesan kepada pelaku dunia usaha, untuk meningkatkan kontribusi dan mengambil tindakan konkret dalam mengatasi perubahan iklim dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Alue Dohong melaporkan detail penilaian peringkat kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup yang tahun ini dilakukan terhadap 3694 perusahaan peserta.

Adapun rinciannya, yaitu sebanyak 79 perusahaan berperingkat EMAS, sebanyak 196 perusahaan berperingkat HIJAU, sebanyak 2131 perusahaan berperingkat BIRU, sebanyak 1077 perusahaan berperingkat MERAH, tidak ada perusahaan yang berperingkat HITAM, dan sebanyak 211 perusahaan ditunda pemeringkatannya.

Bagi Kementerian LHK, kehadiran Wapres dalam momen penyerahan anugerah ini menjadi sebuah motivasi tersendiri.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved