Ajudan Bupati Kubar Aniaya Sopir Truk

Bupati Kutai Barat, FX Yapan Akhirnya Muncul Setelah Ajudannya Aniaya Sopir Truk, Kini Minta Maaf

Bupati Kutai Barat FX Yapan akhirnya muncul buka suara usai viral ajudan aniaya sopir truk CPO perusahaan kelapa sawit.

Penulis: Laily Fajrianty | Editor: Slamet Teguh
TRIBUNKALTIM.CO/FEBRIAWAN
Bupati Kutai Barat, FX Yapan Akhirnya Muncul Setelah Ajudannya Aniaya Sopir Truk, Kini Minta Maaf 

"Saya atas nama peribadi.dan keluarga serta pemerintah dan ajudan saya minta maaf kepada korban serta keluarganya.

Bahwasanya hal itu bisa terjadi," tegasnya.

Baca juga: Viral Video Bernarasi Ajudan Bupati Kutai Barat Aniaya Sopir Truk, Korban Oleng usai Ditendang

Peristiwa pemukulan itu kata Yapan lantara tersulut emosi. Lantaran membahayakan nyawa.

"Mungkin orang menilai itu salah.

Tapi kejadian itu terjadi spontan.

Sebab benar benar berbahaya.

Dan sekali lagi saya mohon maaf," tandasnya.

Inilah tampang seorang ajudan Bupati Bupati Kutai Barat (Kubar), FX Yapan kini jadi sorotan usai viral diduga menganiaya sopir truk.
Inilah tampang seorang ajudan Bupati Bupati Kutai Barat (Kubar), FX Yapan kini jadi sorotan usai viral diduga menganiaya sopir truk. (ig/kabarnegri)

Viral di Medsos

Sebelumnya, beredar salah satu diunggah Instagram @kabarnegri, yang memperlihatkan seorang pria berbaju merah dan celana hitam yang diduga sebagai ajudan bupati Kutai Barat, menendang sopir truk sawit setelah menarik paksa keluar dari pintu truknya viral dimedia sosial.

Sopir truk sawit itu tampak pasrah dan tidak melakukan perlawanan. 

Terlihat sopir truk tersebut merasa kesakitan sambil memegangi kepalanya yang baru saja ditendang oleh ajudan bupati tersebut

Bahkan dalam aksi pemukulan itu juga disaksikan oleh bupati Kubar, F.X. Yapan, yang berada di lokasi kejadian dan melerai ajudan yang menganiaya sopir truk tersebut.

Adapun aksi penganiayaan ini terjadi di Jembatan Kinong (Jengan Danum), Kubar, Kalimantan Timur, pada Rabu, (20/12/2023).

Sementara menurut keterangan unggahan tersebut, aksi penganiayaan itu terjadi lantaran sopir truk ini dianggap halangi jalan rombongan Bupati yang pulang sehabis sosialisasi program dari Tanjung Isuy.

 

 

Baca berita lainnya di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved