Seputar Islam
Naskah Khutbah Jumat Bertemakan Hari Guru Nasional 25 November 2023 Beserta File PDF Unduh Disini
Berikut ini merupakan isi naskah khutbah Jum'at bertemakan Hari Guru Nasional yang diperingati setiap tanggal 25 November, singkat dan penuh inspirasi
Penulis: Putri Kusuma Rinjani | Editor: Novaldi Hibaturrahman
Kaum Muslimin Rahimakumullah
Kisah di atas menjadi bukti bahwa kita tidak boleh memandang sebelah mata akan posisi guru dalam kehidupan kita, baik itu guru di sekolah maupun guru spiritual seperti para ulama, kiai, ustad.
Di sinilah harus muncul kesadaran dari diri kita untuk selalu menghormati sosok yang berjasa dalam memajukan kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara.
Sayangnya, sikap hormat ini semakin luntur oleh perubahan gaya hidup dan zaman. Seolah guru itu memang sudah sepantasnya mengajar, toh dia sudah diberi gaji dan tunjangan. Jadi, wajar-wajar saja jika mereka mengajar.
Pernyataan ini adalah salah satu tanda lenyapnya sikap penghormatan kepada guru yang menilai guru dari sisi materi.
Apa faktor yang menyebabkan sikap demikian? Setidaknya ada dua. Pertama, liberalisasi sistem pendidikan. Pendidikan yang mendewa-dewakan kecerdasan akal, menitikberatkan pada aspek kecerdasan intelektual belaka khas pendidikan ala Barat, merupakan salah satu biang keladi lunturnya sikap hormat kepada guru.
Sekolah dan universitas didirikan layaknya sebuah pabrik yang memproduksi manusia-manusia dengan orientasi bisa memperoleh pekerjaan dan uang yang banyak. Sudahlah begitu, mereka tidak mengindahkan akhlak yang baik.
Para murid perlu belajar kembali dari kisah seorang ulama di Bukhara yang memiliki kebiasaan aneh. Diceritakan oleh Syaikh Burhanuddin dalam kitab Al-Hidayah bahwa sang ulama ini kerap berdiri secara tiba-tiba di tengah mengajar, kemudian duduk lagi, tak lama berdiri kembali. Keanehan ini menjadi tanda tanya bagi murid-muridnya.
Sang guru menjawab keganjilan yang mereka saksikan “Aku berdiri karena ada anak guruku bermain bersama teman-temannya di luar.
Terkadang aku melihatnya muncul di pintu masjid. Kalau sudah begitu, aku pun berdiri untuk menghormati guruku, yakni Fakhruddin Al-Irsyabandi.”
Sayidina Abdullah bin Abbas pernah berkata, “Aku menghinakan diriku sewaktu menuntut ilmu dan aku pun menjadi mulia setelah meraihnya.”
Sayidina Ali bin Abi Thalib juga pernah berujar, “Aku adalah budak orang yang mengajariku satu huruf. Seandainya ia mau, ia boleh menjualku, memerdekakan aku atau memperbudak diriku.”
Jama’ah Shalat Jum’at Hafidzakumullah
Kedua, sikap abai sebagian kita sebagai orang tua dalam pendidikan anak. Sebagian dari kita merasa bahwa karena kita sudah mendaftarkan dan memasukkan anak kita ke sekolah atau pesantren, maka tanggung jawab pendidikan tak lagi menjadi perhatian. Cukup mereka serahkan begitu saja kepada pihak lembaga pendidikan.
Padahal, pendidikan adalah tanggungjawab bersama, orang tua dan sekolah. Orang tua seharusnya tetap memantau, mengawasi, membimbing, dan mendidik tumbuh kembang spritual putra-putrinya, seperti salah lima waktu, tata cara bersuci, mengetahui kewajiban-kewajiban sebagai orang Islam dan sebagainya.
Teks Doa Sebelum dan Sesudah Baca Al Quran, Lengkap Tulisan Latin Serta Artinya |
![]() |
---|
Bacaan Doa Ketenangan Hati Serta Pikiran, Lengkap Tulisan Arab, Latin dan Artinya |
![]() |
---|
Bacaan Doa Pagi dan Sore Hari untuk Dirutinkan Setiap Hari, Tulisan Arab, Latin, dan Arti |
![]() |
---|
8 Contoh Kalimat Berita Duka dan Ucapan Duka Cita Islam untuk Orang yang Meninggal Dunia |
![]() |
---|
Doa untuk Jenazah Wanita Versi Pendek dan Panjang, Allahummaghfirlaha Warhamha Waafiha Wafuanha |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.