Liputan Khusus Tribun Sumsel
Tambah 2 Unit Pengelolaan Air, Perumda Air Minum Tirta Raja Butuh Rp 63 Miliar -2
Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Raja merencanakan membangun 2 unit pengelolaan perkiraan kebutuhan dana sekitar Rp 63 miliar.
TRIBUNSUMSEL.COM, BATURAJA - Direktur Perumda (Perusahaan Umum Daerah) Air Minum Tirta Raja Abi Kusno SE mengatakan, saat ini baru sekitar 45 persen rumah tangga di Kota Baturaja yang sudah mendapat suplai air dari Perumda Air Minum Tirta Raja.
Jumlah pelanggan aktif tercatat sekitar 18 ribu sambungan (rumah tangga) dengan jumlah pelanggan di angka 19 ribu sambungan rumah tangga.
Diakui Abi Kusno, permintaan pemasangan sambungan baru masih sangat tinggi di kisaran 15 ribuan calon pelanggan. Namun kedalanya di pendanaan.
Untuk memenuhi kebutuhan air bagi 15 ribuan calon pelanggan baru memang idealnya harus membangun tambahan dua pengelolaan air lagi.
Pihaknya sudah merencanakan membangun 2 unit pengelolaan masing-masing di Tanjung Baru kapasitas produksi 50 liter/detik dengan perkiraan kebutuhan dana sekitar Rp 21 miliar.
Baca juga: LIPSUS: 4 Orang Dijatah Mandi Segalon, Kemarau Sulit Air di Baturaja, Warga Serbu Sungai Ogan -1
Kemudian menambah satu unit pengelolaan di Sekar Jaya dengan kapasitas produksi 60 liter/detik dengan kebutuhan dana sekitar Rp 42 miliar.
"Masih diusulkan ke Balai Pemukiman RI di Jakarta untuk bantuan modal," kata Abi Kusno.
Abi Kusno sudah dipercaya menjadi direktur PDAM, nama sebelum jadi Perumda Tirta Raja, selama 2 periode.
Dia menjelaskan, saat ini Unit Instalasi Perumda Air Minum Tirta Raja ada sebanyak 5 unit meliputi, Unit Instalasi Tanjung Baru dengan kapasitas produksi 60 lt/dtk, Unit Instalasi Batu Kuning dengan kapasitas produksi 50 lt/dtk, Unit Instalasi Tanjung Agung dengan kapasitas produksi 50lt/dtk, Unit Instalasi Bakung dengan kapasitas produksi 60lt/dtk, dan Unit Instalasi Pusat di Jalan Ir Sutami Baturaja dengan kapasitas produksi 70 lt/dtk.
Sedangkan booster sebanyak lima unit meliputi booster Induk, booster STM, booster Kemelak, booster Helindo dan booster Sriwijaya. Masing-masing dijaga selama 24 jam oleh petugas secara bergantian 8 jam sekali/shiff 12 petugas, setiap shift 3 orang ditambah satu sekuriti.
Total petugas yang disiagakan untuk menjaga booster dan instlasi sebanya 130 orang. Sedangkan total karyawan sekitar 190 termasuk petugas jaga booster dan instalasi.
Perumda Air Minum Tirta Raja dibangun tahun 1978 dan mulai operaisonal pada 1981 dengan direktur pertama Makmun Syukri Kadir BE H. (sripoku/leni juwita)
Baca berita lainnya langsung dari google news
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Direktur-Perumda-Tirta-Raja-Abi-Kusno-SE-ungkap-rencanakan-membangun-2-unit-pengelolaan-air.jpg)