Berita OKU Timur
Rekannya Ditangkap Polisi, Oknum LSM Peras Kepala Sekolah di OKU Timur Serahkan Diri
Tomo satu dari lima oknum anggota LSM yang diduga memeras Kepala Sekolah di OKU Timur akhirnya menyerahkan diri setelah rekannya ditangkap polisi.
Penulis: Choirul Rahman | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA - Setelah rekannya yang bernama Marlan Sani (MS) ditangkap polisi, Tomo satu dari lima oknum anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang diduga memeras Kepala Sekolah (Kepsek) akhirnya menyerahkan diri ke Polres OKU Timur.
Informasinya tersangka tersebut menyerahkan di Senin 16 Oktober 2023 sore.
Kapolres OKU Timur AKBP Dwi Agung Setyono SIK MH melalui Kasat Reskrim AKP Hamsal saat dikonfirmasi Selasa (17/10/2023) membenarkan penyerahan diri dari salah satu tersangka tersebut.
"Iya baru satu yang menyerahkan diri, sekarang dalam pemeriksaan," kata Hamsal singkat.
Tersangka Marlan dalam melakulan aksinya tidak sendiri, namun bersama lima rekannya yang lain.
Salah satunya Tomo yang baru saja menyerahkan diri.
"Kami akan terus mendalami kasus ini. Kami juga sudah mengantongi identitas para kawanan pelaku ini," ujarnya.
Baca juga: Kades Tanjung Makmur Pedamaran OKI Bantah Sapi Milik BUMDes Tiba-tiba Hilang
Sebelumnya dalam kasus pemerasan kepsek di OKU Timur ini, tim gabungan Polsek Buay Madang Timur dan Satreskrim Polres OKU Timur telah menangkap satu tersangka.
Yakni Marlan Sani (53), oknum LSM yang juga mengaku wartawan, warga Desa Kota Baru Induk Rt 004 Rw 001, Kecamatan Martapura Kabupaten OKU Timur.
Dijelaskan Kapolres OKU Timur AKBP Dwi Agung Setyono bahawa oknum LSM Marlan Sano ditangkap sedang melakukan pemerasan terhadap Kepala Sekolah SD Negeri Toto Margo Mulya, Desa Tambak Boyo, Kecamatan Buay Madang Timur, Kabupaten OKU Timur, Sabtu 14 Oktober 2023, sekitat pukil 13.30 WIB.
Sementara korbannya adalah Selamet Rohmadi (54) ASN dan Kepala SD Negeri Toto Margo Mulya.
Modusnya, para pelaku awalnya mendapat informasi ada kekerasan dalam sekolah, informasi itulah menjadi alat untuk memeras, mereka mengancam akan memberitakan jika tidak diberi uang.
"Para pelaku meminta uang Rp 12 juta, untuk 6 orang," kata Kapolres didampingi Kapolres didampingi Kasat Reskrim AKP Hamsal, dan Kapolsek Buat Madang Timur Ipda Sapariyanto, saat pers rilis di Mapolres OKU Timur Senin 16 Oktober 2023.
Soal kekerasan di sekolah, kata Kapolres, tidak ada laporan, setelah didalami perkara kekerasan itu ada masalah sudah selesai secara kekeluargaan.
Permintaan tersangka sebanyak Rp 12 juta rupanya tidak disanggupi oleh korban, terjadi negosiasi, menjadi Rp 10 juta, tapi masih tidak disanggupi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Tomo-satu-dari-lima-oknum-LSM-diduga-memeras-Kepala-Sekolah-di-OKU-Timur-serahkan-diri-ke-polisi.jpg)