Berita Palembang
Kades Tanjung Makmur Pedamaran OKI Bantah Sapi Milik BUMDes Tiba-tiba Hilang
Kades Tanjung Makmur Kecamatan Pedamaran OKI Teguh Sugiarto membantah tudingan mengenai isu hilangnya sejumlah sapi dikelola BUMDes setempat.
Penulis: Rachmad Kurniawan | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Kepala Desa Tanjung Makmur Kecamatan Pedamaran Timur, Kabupaten OKI, Teguh Sugiarto membantah tudingan yang dilayangkan kepadanya, mengenai isu hilangnya sejumlah sapi yang dikelola BUMDes setempat.
Kuasa hukum Teguh, M Novel Suwa SH mengatakan, jika yang terjadi sebenarnya adalah 13 ekor sapi yang dikelola BUMDes dijual oleh petani saat adanya peralihan perangkat kepengurusan.
Ketika masa peralihan pengurus BUMDes tahun 2017 terjadi peralihan kepengurusan Kepala Desa.
Para petani yang merawat sapi-sapi milik BUMDes mengaku tidak sanggup lagi sehingga menyerahkan sapi tersebut ke perangkat Desa dengan alasan sapi sering sakit-sakitan.
"Daripada BUMDes merugi, maka sapi tersebut diserahkan oleh perangkat BUMDes ke perangkat desa. Lalu dicarikanlah pengasuh (petani) sapi tersebut yang mau, sampai sapi tersebut dijual. Dijual pun uangnya masukkan ke BUMDes untuk dikelola lagi untuk masyarakat setempat, " ujar Novel saat dijumpai, Selasa (17/10/2023).
Baca juga: Warga Teluk Gelam Ditangkap Densus 88, Pemkab OKI Ingatkan Waspada Ajaran Terorisme
Novel melanjutkan, Teguh Sugiarto baru mulai menjabat sebagai Kepala Desa pada Juli tahun 2021 lalu. Lalu para petani yang merawat sapi mengeluh jika sapi mereka sering sakit-sakitan.
"Sewaktu klien kami baru menjabat, dia ingin bertemu perangkat BUMDes. Akhirnya ada petani yang mengadu jika sapi milik BUMDes sering sakit-sakitan makanya dijual, " katanya.
Hasil penjualan sapi yang didapat mencapai Rp 86,2 juta dan ketika penyerahan sapi juga diketahui Ketua BPD Tanjung Makmur.
"Uangnya sudah dikembalikan dan kwitansi dari penjualan sudah diserahkan ke Desa. Kemudian Desa menyerahkan lagi uang tersebut ke BUMDes, bukan selama ini sapi itu hilang. Tapi dijual oleh petani yang dapat kepercayaan dari BUMDes untuk merawatnya," tegas dia.
Karena adanya isu miring tersebut, Teguh Sugiarto sang Kepala Desa dilaporkan oleh oknum LSM ke Polres OKI. Namun baru sebatas konsultasi.
"Ada laporan dari LSM, tapi bentuknya baru konsultasi saja. Dan klien kami sudah mendatangi Polres OKI untuk menjelaskan dan mengklarifikasi tentang masalah ini, " katanya.
Menanggapi hal itu, pihaknya memberikan waktu 3x24 jam kepada pihak yang dinilai sudah menjelekkan kliennya agar menjelaskan tentang permasalahan tersebut.
"Jika tidak kami akan membuat laporan, " ujarnya.
Sementara Teguh Sugiarto mengatakan jika ada miss komunikasi antara perangkat desa yang baru dengan perangkat BUMDes yang lama.
"Apabila ada hal yang kurang dimengerti mohon konfirmasi, jangan langsung sebelah pihak. Dari 13 ekor sapi yang diserahkan oleh perangkat BUMDes yang lama, 1 sapi mati, " katanya.
Ia menegaskan jika sapi tersebut murni diserahkan oleh petani ke perangkat desa, untuk kemudian dijualkan. Saat penyerahan pun sudah diketahui oleh Ketua BPD.
"Murni petani yang menyerahkan ke Desa karena mau ambil keuntungan setelah mereka memelihara sapi, " ujarnya.
Baca berita lainnya langsung dari google news
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Isu-sapi-BUMDes-Tanjung-Makmur-Pedamaran-OKI-hilang.jpg)