Berita Palembang

Kabut Asap Berkurang, Diknas Palembang Segera Kaji Ulang Sistem Belajar Siswa, Kini Masih Daring

Kabut Asap Berkurang, Diknas Palembang Segera Kaji Ulang Sistem Belajar Siswa, Kini Masih Daring

Penulis: Hartati | Editor: Shinta Dwi Anggraini
SRIPOKU/SYAHRUL HIDAYAT
Diknas Palembang Segera Kaji Ulang Sistem Belajar Siswa yang Untuk Sementara Waktu Diarahkan Dengan Metode Daring Imbas Kabut Asap. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG  - Dinas Pendidikan (Diknas) Palembang akan segera menggelar rapat untuk kembali membahas sistem belajar siswa. 

Sebelumnya, siswa di Palembang kembali belajar di sekolah dengan metode dalam jaringan (daring) dikarena buruknya kualitas udara imbas kabut asap. 

Namun sejak dua hari terakhir, sebagian wilayah di Kota Palembang dan sekitarnya mulai diguyur hujan sehingga kabut asap dirasa agak berkurang. 

Meski begitu, hingga kini sekolah di Palembang masih belum berubah tetap menerapkan aturan yang sama yakni belajar daring.

Baca juga: Operasi Pasar Murah di Lubuklinggau Digelar 12 Hingga 17 Oktober 2023, Catat Lokasinya

Kepala Dinas Pendidikan Palembang Ansori MT mengatakan, tidak bisa memutuskan sendiri terkait kebijakan operasional sekolah karena menyangkut banyak pihak lainnya seperti Dinkes, DLHK, BPBD, juga Sekda dan Walikota sehingga kebijakan memutuskan sistem mengajar buka mutlak kebijakan Kadiknas.

"Tiap hari saya koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup terkait ispu dan juga sudah melapor ke Pj Sekda segera dirapatkan lagi dengan OPD terkait," ujar Ansori, Rabu (11/10/2023).

Sementara itu Pj Sekda Palembang Gunawan dikonfirmasi kemungkinan perubahan proses belajar mengajar di sekolah ini belum memberikan respon sama sekali.

Sementara itu hingga kini siswa sekolah tetap belajar dengan instruksi tugas hari guru yang dibagikan di grup whatsapp hingga jadwal tata muka dengan zoom.

Kondisi ini membuat wali murid mengeluh tugas mereka di rumah lebih sulit karena tetap belajar full tapi minim contoh soal. Berbeda dengan di sekolah murid diberikan dulu contoh soalnya baru kemudian diberi tugas.

"Iya masih belajar dari rumah masuk pukul 08.00 WIB hingga selesai tetap dengan berpakaian seragam sekolah lengkap seperti saat sekolah offline," ujar Eka salah satu wali murid.

Sebenarnya dia mengatakan proses belajar mengatakan proses belajar mengajar daring ini cukup merepotkan orangtua karena harus full mengawasi anak-anak yang belajar daring.

Anak-anak belum mampu belajar sendiri jika tidak didampingi karena tugas yang diberikan banyak.
 

 

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved