Kualitas Udara Palembang

Kualitas Udara Palembang Sangat Tidak Sehat, Kecamatan Gandus 30 Hari Tanpa Hujan

Kualitas Udara Palembang Sangat Tidak Sehat, Kecamatan Gandus 30 Hari Tanpa Hujan

TRIBUNSUMSEL.COM/HARTATI
Kabut asap mengakibatkan kualitas udara Palembang masuk dalam kategori sangat tidak sehat, Selasa (26/9/2023). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Wilayah Kota Palembang kualitas udaranya masuk kategori sangat tidak sehat, Selasa (26/9/2023). 

Selain akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kondisi ini juga terjadi karena kondisi kering akibat kemarau. 

Berdasarkan hasil monitoring Hari Tanpa Hujan berturut-turut (HTH) dan prediksi probabilistik curah hujan dasarian (10 harian) hingga dua dasarian kedepan, terdapat indikasi potensi kekeringan meteorologis di wilayah Sumsel.

"Kekeringan meteorologis biasanya diikuti antara lain, berkurangnya persediaan air untuk rumah tangga dan pertanian serta meningkatnya potensi kebakaran semak, hutan, lahan dan perumahan," kata Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Kelas I Palembang, Nandang Pangaribowo, Selasa (26/9/2023).

Menurutnya, curah hujan yang terjadi di Sumatera Selatan selama beberapa hari terakhir belum jatuh secara merata atau belum sampai membasahi lahan-lahan yang kering.

Baca juga: Hampir Dipastikan Agus Fatoni Pj Gubernur Sumsel, Sebelumnya Dicoret dari Usulan DPRD

Berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), kualitas udara di Palembang masuk kategori sangat tidak sehat, Selasa (26/9/2023).
Berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), kualitas udara di Palembang masuk kategori sangat tidak sehat, Selasa (26/9/2023). (SRIPOKU/SYAHRUL HIDAYAT)

Memang masih terdapat peluang hujan 10 hari ke depan, namun dengan intensitas masih rendah dan belum merata. Keadaan ini tentunya masih menyebabkan tingginya potensi tingkat kebakaran. 

Hal ini juga masih akan meningkatkan penurunan kualitas udara dengan penyebaran asap yang bersumber dari Karhutla.

Terlebih arah angin yang berhembus dari Timur-Tenggara akan membawa penyebaran asap ke arah utara yang meliputi wilayah Palembang hingga Musi Banyuasin.

Imbaunya, kepada masyarakat agar menghindari berbagai kegiatan yang dapat memicu terbakarnya lahan di lingkungannya. 

Tingkat polusi partikulat yang masuk ke udara karena adanya asap perlu diantisipasi dengan penggunaan masker dan juga kacamata pelindung mata jika beraktivitas di luar ruangan. 

Berdasarkan data yang ada HTH di Sumsel sebagai berikut :

Kota Palembang, untuk wilayah Gandus 30 hari tanpa hujan dan Seberang Ulu I, 24 hari tanpa hujan.

Kabupaten Lahat di Mulak Ulu, 25 hari tanpa hujan. Lalu Kabupaten Muara Enim di Gunung Megang, 31 hari tanpa hujan dan

Kabupaten Ogan Ilir, Indralaya 26 hari tanpa hujan, Indralaya Utara 29 hari tanpa hujan serta Tanjung Batu 25 hari tanpa hujan.

Kemudian Kabupaten OKI di Jejawi 25 hari tanpa hujan, Lempuing 25 hari tanpa hujan, Pampangan 28 hari tanpa hujan, Pangkalan Lampam 26 hari tanpa hujan dan Kayu Agung 70 hari tanpa hujan.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved