Berita Nasional

Pekerjaan Alifurrahman Penyebar Isu Prabowo Tampar dan Cekik Wamen, Pernah Dilaporkan ke Polisi

Isu Prabowo Subianto menampar dan mencekik wakil menteri saat rapat kabinet dihembuskan oleh pria bernama Alifurrahman.Llewat sebuah video berjudul

Editor: Moch Krisna
Instagram @prabowo/YouTube SewordTV
Sosok penyebar isu Prabowo Subianto (kiri) menampar dan mencekik wakil menteri adalah pria bernama Alifurrahman (kanan) 

Menurut akun Facebook-nya, Alifurrahman memiliki nama lengkap Alifurrahman S Asyari.

Ia menuliskan dirinya berasal dari Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Selain Facebook, Alifurrahman juga memiliki akun Instagram, @alifurrahman, yang per Senin (18/9/2023), tercatat mempunyai lebih dari 4.800 pengikut.

Berdasarkan penelusuran Tribunnews.com, Alifurrahman dikenal sebagai pemilik media online, Seword.

Seword diketahui juga memiliki kanal YouTube bernama SewordTV.

Unggahan Alifurrahman soal isu menteri menampar dan mencekik seorang wakil menteri yang ia lontarkan lewat sebuah video YouTube.
Lewat kanal tersebut, Alifurrahman kerap mengunggah video di mana dirinya menanggapi berbagai isu.

Salah satunya adalah komentarnya mengenai pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal data intelijen partai politik dan konflik di Rempang, Batam, Kepulauan Riau dalam video berjudul Alifurrahman: PERINGATAN JOKOWI, ADA KAITAN RIBUT REMPANG DAN DATA PARTAI.

Pernah Dilaporkan ke Polisi

Pada 2017 silam, Alifurrahman pernah dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh PP Muhammadiyah karena konten-kontennya di Seword dianggap hoaks.

"Situs tersebut kami nilai sebagai salah satu produsen hoaks selama ini," kata Pimpinan PP Muhammadiyah kala itu, Siswanto, kepada Kompas.com, Selasa (10/10/2017) malam.

"Terbukti dari postingan-postingan opini yang dimuat merupakan tulisan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kevalidannya."

"Lebih bersifat tendensius, menyebar kebencian dan memancing provokasi bernuansa SARA," lanjut dia.

Namun, kala itu, Alifurrahman menilai seharusnya PP Muhammadiyah melaporkan penulis konten, bukan dirinya.

Ia menganggap laporan PP Muhammadiyah atas dirinya tak memiliki kaitan dengan konten yang dipermasalahkan.

"Kalau ada kontennya harusnya kan yang dilaporkan (penulis) kontennya. Kalau melaporkan saya kan enggak ada hubungannya," ujarnya, Rabu (11/10/2017).

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved