Berita Pilpres 2024
Respons MUI dan PDIP Soal Ganjar Pranowo Muncul Dalam Tayangan Azan Maghrib di Televisi
MUI dan PDIP merespons soal Ganjar Pranowo muncul dalam tayangan azan Maghrib di televisi. Tayangan itu disebut-sebut sejak 5 September 2023 lalu.
TRIBUNSUMSEL.COM - Kader PDI Perjuangan (PDIP) Ganjar Pranowo terus menjadi sorotan publik.
Terlebih dirinya saat ini merupakan bakal capres yang akan bertarung di Pilpres 2024.
Dia juga merupakan mantan pejabat publik sebagai Gubernur Jawa Tengah dua periode.
Masa jabatannya sebagai Gubernur Jawa Tengah baru saja berakhir pada 5 September lalu.
Ganjar Pranowo sebagai bakal capres tentu tak luput dari obrolan publik setiap harinya.
Kali ini publik menyoroti Ganjar yang muncul dalam tayangan azan Maghrib di stasiun televisi swasta nasional.
Tayangan itu pun kemudian menjadi perbincangan warganet di medsos X atau Twitter.
Kemunculan Ganjar dalam tayangan azan Maghrib itu disebut-sebut sejak 5 September 2023 lalu.
Ada dua stasiun televisi swasta nasional yang menayangkan itu, sebut saja RCTI dan MNCTV.
Tampak dalam tayangan tersebut, Ganjar mengenakan baju putih, sarung bercorak, lengkap dengan peci hitam.
Ganjar tergambar dalam tayang itu sebagai sosok yang ramah dan penuh senyuman.
Dia tampil dalam beberapa adegan, mulai dari bersalaman dengan jemaah lain, mengambil wudhu, hingga saat mengerjakan salat.
Ganjar tampak berada di shaf paling depan bersama masyarakat, persis di belakang imam salat.
Sebagaimana diketahui, Ganjar Pranowo telah ditetapkan sebagai bakal capres oleh PDIP, partai tempatnya bernaung pada April 2023 lalu.
PDIP menggandeng sejumlah partai politik untuk berkoalisi mengusung Ganjar Pranowo.
Antara lain Partai Hanura, PPP, hingga Perindo.
Partai Perindo sendiri dipimpin oleh Hary Tanoesoedibjo selaku Ketua Umum.
Ia juga merupakan pemilik MNC Group, induk usaha dari GTV, iNews, serta RCTI dan MNCTV yang menayangkan Ganjar Pranowo dalam video azan Maghrib tersebut.
Merespons soal itu, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan Ganjar Pranowo memang merupakan sosok yang religius.
Sifat religius Ganjar itu, lanjut Hasto, bukanlah sesuatu yang dibuat-buat.
"Tetapi kan pak Ganjar Pranowo ini kan sosok yang religius, religiositas tidak dibuat-buat," kata Hasto saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Sabtu (9/9/2023), melansir Tribunnews.com.
Apalagi kata Hasto, istri Ganjar, Siti Atiqoh Supriyanti juga merupakan orang yang berasal dari kalangan pesantren.
"Istrinya bu Siti Atiqoh juga dari kalangan pesantren. Menampilkan kehidupan spritualitas yang mencerminkan sebagai manusia yang bertakwa kepada Tuhan, bukan sesuatu yang dibuat-buat," tuturnya.
Selain itu, tambah Hasto, sifat religius Ganjar ini sudah ada sejak ia masih mengenyam pendidikan di bangku perkuliahan.
Ganjar dinilainya juga merupakan sosok yang rajin beribadah, santun, dan merakyat.
"Sejak dulu, sejak zaman mahasiswa, pak Ganjar Pranowo ini sosoknya seperti itu.
Sosok yang rajin beribadah, sosok yang baik, sosok yang santun, sosok yang merakyat, itu tidak dibuat-buat. Itu sesuatu original, keluar dari pak Ganjar Pranowo," ujarnya.
Terpisah, Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas tidak mempermasalahkan Ganjar Pranowo muncul di dalam tayangan azan Maghrib di TV.
Anwar justru mempermasalahkan jika Ganjar tidak melakukan salat padahal seorang muslim.
"Tidak masalah. Sah-sah saja. Malah kalau yang bersangkutan sebagai seorang Muslim tidak salat maka di situ baru masalah," ujarnya, dilansir dari Youtube Tribun Pontianak.
Anwar mengatakan jika bakal capres lainnya ingin melakukan hal serupa juga diperbolehkan.
"Kalau capres-capres yang lain juga ingin melakukan hal yang sama dan serupa, silakan saja," tuturnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Respons-MUI-dan-PDIP-Soal-Ganjar-Pranowo-Muncul-Dalam-Tayangan-Azan-Maghrib-di-Televisi.jpg)