Berita Palembang
Kabel Fiber Optik Semrawut di Palembang Nyaris Telan Korban, Pemerintah dan DPRD Harus Bertindak
Kabel fiber optik semrawut di Palembang yang nyaris menelan korban jiwa dinilai perlu perhatian serius dari pemerintah dan DPRD.
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Kabel fiber optik semrawut di Palembang yang nyaris menelan korban jiwa dinilai perlu perhatian serius dari pemerintah melalui instansi terkait serta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (FORD) Kota Palembang.
"Mesti segera diproses oleh pemerintah kota dan DPRD Palembang agar permasalahan ini bisa terselesaikan dengan baik." ungkap pengamat perkotaan, Hatta Azuhri, Sabtu (9/9/2023).
Menurut dia, persoalan kabel optik untuk jaringan wifi perlu jadi tanggapan serius dari pemerintah kota dan DPRD Palembang.
Pasalnya, kabel jaringan waifi yang semrawut telah nyaris menelan korban jiwa seorang teknisi yang tersengat aliran listrik saat melakukan perbaikan.
Oleh sebab itu, melalui dinas tata kota atau dinas terkait yang menaungi hal tersebut harus mengeluarkan kebijakan atau aturan agar meminimalisir dan mencegah adanya korban jiwa.
"Pemerintah dapat mengeluarkan aturan atau peraturan daerah (Perda) bersama DPRD tentang teknis tatacara pemasangan kabel optik untuk jaringan wifi yang bisa tertata dan rapi, sehingga tidak semrawut dan meminimalkan korban jiwa." Katanya.
Baca juga: LPN Malaysia Belajar Pemanfaatan Serat Nanas Jadi Benang ke Pemkot Prabumulih
Sementara, Ketua Komisi II DPRD Palembang, Abdullah Taufik mengaku sangat menyayangkan hal tersebut bisa terjadi dan nyaris menelan korban akibat kabel jaringan semrawut.
"Kami selaku komisi 2 yang membidangi hal ini sangat menyayangkan adanya korban. Jadi seyogyanya pihak vendor segera menertibkan kabel optik ini." ungkap Taufik.
Pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan evaluasi dan segera memanggil pihak vendor guna mengatasi hal tersebut yang sedari dulu berdampak kepada kenyamanan masyarakat.
"Komisi 2 akan kembali memanggil untuk segera menetapkan hal ini. Kita lagi jadwalkan dengan pihak vendor dan segera dilakukan evaluasi," ujarnya.
Sebelumnya diketahui, seorang teknisi jaringan waifi jatuh tersengat aliran listrik saat melakukan perbaikan di Jalan Tanjung Barangan Kecamatan IB I Palembang, pada, Jumat sekira pukul 13.30 Wib, sehingga harus dilarikan ke RS Siti Khadijah Palembang.
Diketahui korban bernama Ardi Manando (40) warga Jalan Maskerebet Kecamatan AAL Palembang harus dilakukan perawatan intensif lantaran mengalami luka pada bagian bahu sebelah kiri akibat jatuh dari tangga akibat tersengat aliran listrik.
Erik Paulta (30) rekan korban di lokasi kejadian berkata bahwa ia bersama dua orang termasuk korban saat hendak melakukan perbaikan jaringan waifi di Jalan Tanjung Barangan sekira pukul 13.30 WIB lantaran mendapatkan laporan dari pelanggan, Jumat (8/9/2023).
Namun begitu,, kata dia saat sedang berada diatas setelah melakukan perbaikan tangan korban secara tak sengaja tersentuh kabel listrik yang hanya berjarak 1 meter dari tiang jaringan fiber optik milik perusahaan tempat mereka bekerja.
"Saat sudah melakukan perbaikan dan melewatkan kabel optik, tangan korban tak sengaja menyentuh kabel listrik, sehingga terjatuh dan tak sadarkan diri," ungkap Erik ditemui di RS Khadijah Palbapang, Jumat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Kabel-fiber-optik-jaringan-wifi-semerawut-di-jalan-perkampungan-padat-penduduk-di-Kota-Palembang.jpg)