Berita Pagar Alam
Pengrajin Keranjang Bambu di Pagar Alam Terancam Gulung Tikar Karena Musim Kemarau
Musim Kemarau, Pengrajin Keranjang Bambu di Pagar Alam Terancam Gulung Tikar Karena Musim Kemarau
Laporan Wartawan Sripoku.com/ Wawan Septiawan
TRIBUNSUMSEL.COM, PAGAR ALAM - Musim kemarau yang melanda Sumatera Selatan beberapa bulan terakhir, turut berdampak pada pengrajin keranjang bambu di Pagar Alam.
Diketahui, meskipun sudah puluhan tahun warga Sengonan Pelang Kenidai, Kecamatan Dempo Tengah Kota Pagar Alam menjadi pengrajin usaha anyaman keranjang bambu.
Nyatatanya akibat musim kemarau sejak bebeberapa bulan ini mereka terancam gulung tikar.
Kerajinan tangan tradisional yang keahliannya diwariskan turun-temurun ini, merupakan sumber tambahan ekonomi masyarakat setempat sudah sepi pembeli.
Keranjang berbahan baku bambu ini digunakan sebagai wadah atau tempat mengemas buah-buahan dan sayur mayur segar.
Namun akibat kemarau banyak petani sayur di Pagar Alam tidak menggarap lahan mereka karena kekurangan air.
Ditambah lahan mereka yang berada didataran tinggi membuat sulit mencari sumber air.
Kuspriadi seorang pengrajin keranjang bambu di Sengonan Pelang Kenidai, mengaku telah menekuni kerajinan keranjang bambu ini selama 30 tahun terakhir.
"Untuk bahan baku bambu kerajang ini, beli per potong di lahan Rp500 dan harga jual per keranjang Rp4.000. Sebelumnya penjualan lancar namun semenjak masuk musim kemarau penghasilan sayur berkurang sehingga pembeli keranjang bambu menjadi sepi," ujarnya.
Baca juga: Gunung Dempo Pagar Alam Tertutup Kabut Asap, DLH Segera Ukur Kualitas Udara
Baca juga: 5 Sosok Ini Disebut Maju Bakal Calon Walikota Pagar Alam 2024, Ustad Hingga Mantan Walikota
Dikatakannya sudah satu minggu ini stok 70 keranjang miliknya tidak laku.
Jika dalam 15 hari terkena hujan panas maka keranjang ini rusak dan tidak bisa digunakan lagi.
Proses pembuatan keranjang, bagi para pengrajin terbilang cukup gampang.
Setiap keluarga mampu membuat keranjang, 20-40 keranjang dalam sehari.
"Tapi karena sudah sepi pembeli kami untuk sementara tidak dulu membuat keranjang, karena jika yang sudah tidak laku maka tidak bisa membeli bahan baku lagi," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Tampak-salah-seorang-pengrajin-keranjang-Bambu-di-Pagar-Alam-yang-mulai-kesulitan.jpg)