Arti Kata Bahasa Arab

Arti Ilm, Dhan, Syak, Sebutan untuk Tingkatan Berpikir dalam Islam & Contoh Tingkat Berpikir Kritis

Dalam ayat alquran umat islam diperintahkan untuk menjauhi perilaku su`udhan. Su`udhan akan memberikan banyak dampak negatif bagi orang yang melakukan

Penulis: Lisma Noviani | Editor: Lisma Noviani
Grafis MG Tribunsumsel.com/Dimas/Rafli
Arti Ilm, Dhan, Syak, Sebutan untuk Tingkatan Berpikir dalam Islam & Contoh Tingkat Berpikir Kritis 

Dikutip dari tulisan Santuso, Pendidik Generasi Ummah, Seorang ulama besar yang bernama Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani rahimahullah menjabarkan bahwa berpikir kritis memiliki tiga tingkatan. 

 

1. Berpikir Dangkal (fikrus sathhiy)

Tingkat berpikir yang rendah ialah berpikir dangkal. Berpikir dangkal biasanya terjadi ketika seseorang kurang teliti saat mengamati suatu objek dan ia tidak memiliki banyak pengetahuan tentang objek tersebut. 

Karena kedua faktor itu, berpikir dangkal menghasilkan kesimpulan yang tidak tepat karena bertentangan dengan fakta. Efek berpikir dangkal ialah bisa menghasilkan pemikiran salah dan bahkan bisa jadi akan terjerumus kepada hal-hal yang bersifat tahayul dan kurofat.

      

2. Berpikir Mendalam (fikrul amiq)

Tingkat berpikir yang menengah ialah berpikir mendalam. Berpikir mendalam terjadi ketika seseorang teliti dalam mengamati suatu objek dan memiliki banyak pengetahuan tentang objek tersebut. Karena kedua faktor itu, berpikir mendalam menghasilkan kesimpulan yang sesuai dengan fakta.

 

Sebagai contoh, ketika melihat fakta tentang "pelangi", orang berpikir mendalam maka akan teliti mengamati fakta tersebut dan memiliki pengetahuan (sains) tentang fakta tersebut. 

 

3. Berpikir Cemerlang (fikrul mustanir)

Tingkat berpikir yang tinggi ialah berpikir cemerlang. Berpikir cemerlang terjadi ketika seseorang teliti dalam mengamati suatu objek, memiliki banyak pengetahuan tentang objek tersebut, dan mampu menghubungkan dengan sesuatu yang ada sebelum dan sesudah adanya fakta tersebut.

Sebagai contoh, ketika melihat fakta tentang "pelangi", orang berpikir cemerlang maka akan teliti mengamati fakta tersebut dan memiliki pengetahuan (sains) tentang fakta tersebut. Ditambah lagi, ia akan berpikir bahwa pelangi itu ciptaan Allah dan bisa terjadi atas izin dari Allah.


Pemikiran cemerlang ini sangat berpengaruh dalam menguatkan keimanan. Sebab, pemikiran cemerlang tidak hanya sebatas memikirkan fakta tersebut tapi juga memikirkan tentang sesuatu lain yang berhubungan dengan fakta tersebut yaitu bahwa fakta tersebut adalah ciptaan Allah dan fakta tersebut memiliki kadar sesuai dengan yang telah Allah tetapkan. 
 

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved