Guru Dibully Siswa di Maluku

Guru Maryam Dibully Siswa Sendiri di Maluku Tengah, Ngaku Ikhlas dan Memaafkan : Itu Anak Anak saya

Dengan besar hati, Guru Maryam Latarissa memilih memaafkan para siswanya melakukan tindakan bullying kepadanya.Setelah Guru Maryam sempat disoraki d

Editor: Moch Krisna
Kolase/Tribun Ambon
Guru Maryam Latarissa Maafkan Murid Membully Dirinya 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Dengan besar hati, Guru Maryam Latarissa memilih memaafkan para siswanya melakukan tindakan bullying kepadanya.

Setelah Guru Maryam sempat disoraki dan kunci motornya diambil di parkiran sekolah SMA N 15 Maluku Tengah senin lalu.

Melansir dari TribunAmbon, Kamis (17/8/2023) Maryam telah memaafkan mereka pasca kejadian tesebut.

Bagi Maryam, para siswa yang membully sudah seperti anak-anaknya sendiri.

“Dan sebelum Konfrensi pers ini saya sudah memberikan maaf untuk mereka karena itu anak anak saya, saya Ikhlas,” ungkap Maryam yang juga Wakasek SMA Negeri 15 Maluku Tengah itu saat konferensi pers.

Lanjutnya, kejadian itu dianggapnya sebagai cobaan baginya dan juga bagi dunia Pendidikan.

Sehingga patut diambil pelajaran untuk lebih baik di kemudian hari.

“Kejadian ini adalah merupakan cobaan karena kita sebagai umat beragama. Sebagai seorang guru kita harus ketahui bahwa ada hal hal yang tidak bisa kita dukung, ya lain rumah jua,” katanya.

Menurutnya, para siswa tidak berniat melakukan itu, hanya saja diduga ada oknum lain yang memanasi mereka.

Sehingga mereka kemudian melakukan hal yang tidak dibenarkan itu.

“Dan saya tau pasti anak anak kami itu tidak mungkin membuli gurunya kecuali ada aktor aktor dibelakang panggung yang berusaha merusak nama saya terutama SMA 15 Maluku Tengah ini, walaupun mereka mengatakan tidak senagaja tetapi itu pasti ada yang disengajakan,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah memastikan segera memanggil orang tua siswa untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Lanjutnya, kejadian tersebut juga mempengaruhi nama baik sekolah, sehingga pertemuan dengan orang tua siswa diharapkan bisa mendapatkan solusi terbaik.

"Saya sebagai pimpinan akan mencari solusi yang terbaik agar masalah ini bisa kita pulihkan sehingga kepercayaan masyarakat terhadap lbah lebih baik kedepan," katanya.

Seorang guru sekaligus Wakil Kepala Sekolah, Maryam Latarissa dibully oleh puluhan muridnya. Peristiwa tersebut terjadi di area parkiran sekolah, Senin (14/8/2023) saat para siswa sedang berunjukrasa.
Seorang guru sekaligus Wakil Kepala Sekolah, Maryam Latarissa dibully oleh puluhan muridnya. Peristiwa tersebut terjadi di area parkiran sekolah, Senin (14/8/2023) saat para siswa sedang berunjukrasa. (Tangkapan layar di Instagram)

Dia berencana akan video dimana para siswa meminta maaf secara langsung kepada korban.

"Saya bersama tema-teman akan mengumpulkan data data siswa-siwa mana kemudian bersama orang tuanya, lalu kita buat semacam video permintaan maaf terhadap tindakan yang mereka lakukan terhadap ibu dan kepada publik," cetusnya.

Kronologi Siswa Bully Guru

Dalam video tersebut merekam aksi para siswa mengerumuni seorang guru.

Guru tersebut terlihat mengenakan baju dinasnya dan hendak menaiki motor.

Namun, terlihat situasi para siswa terdengar riuh.

Terlihat guru tersebut berbicara dengan para siswa yang tampak mengambil kunci motornya.

Sementara para siswa lain yang mengerumuni guru tersebut melontarkan sorakan.

“Gak bisa pulang, gak bisa pulang,” sorakan para siswa.

Mendengar para siswa yang menyorakinya, guru itu terlihat kesal.

Ia sempat menunjuk para siswa sembari berselohoh.

Adapun aksi para siswa tersebut buntut sejumlah kebijakan yang diberlakukan sekolah.

Mulai dari penunjukan Ketua Osis tanpa melibatkan Majelis Perwakilan Kelas sekolah hingga larangan berpendapat.

Selain unjuk rasa soal Ketua Osis dan larangan berpendapat, pengangkatan Ketua Gudep Pramuka juga disebut menyalahi aturan

Pasalnya masa bakti ketua Gudep yang lama masih tersisa satu tahun.

Alumni Geram

DIkutip dari Tribunnews.com, sejumlah Alumni mendatangi sekolah.

Para Alumnis tersebut mendatangi ruang kerja Kepala Sekolah, Rabu (16/8/2023).

Salah seorang Alumni, Santi mengaku menyesalkan tindakan yang dilakukan oleh para siswa.

"Kami sangat-sangat menyesali tindakan yang dilakukan para siswa," ucapnya.

Menurutnya, ada oknum yang menjadi provokator dalam aksi tersebut.

"Kami yakin sungguh ada oknum-oknum yang ada dibelakang semua ini.”

“Sebab tidak mungkin siswa-siswa atau Ade-ade kita ini melakukan hal ini sendirian tanpa ada yang mendorong mereka," jelas Santi.

TribunAmbon.com melansir, video yang tersebar tersebut berdampak buruk pada sekolah.

Para Alumni juga meminta sekolah untuk membuat klarifikasi.

"Jelas-jelas itu memberikan citra buruk bagi sekolah SMA Negeri 15 sendiri, karena itu kami minta pihak sekolah pak Kepsek dan dewan guru bersama para siswa yang terlibat menggelar Konfrensi pers dan meminta maaf kepada publik terutama terhadap profesi guru di seluruh Indonesia, lebih khusus lagi kepada Ibu Yam," jelas Santi.

(*)

Sumber: Tribun Ambon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved