Berita Palembang

Waktu Pulang Sekolah di Palembang Bakal Dievaluasi Untuk Mengatasi Daerah yang Rawan Macet

Abdullah Taufik berkata bahwa terkait Kemacetan lalulintas, Komisi II telah melakukan pertemuan dengan OPD terkait serta beberapa pihak sekolah.

Editor: Slamet Teguh
Sripoku.com/ Reigan
Petugas Satlantas Polrestabes Palembang dibantu pihak Dishub Palembang mengatur lalulintas sehingga tak terjadi kemacetan. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Untuk mengurai kemacetan yang berada dibeberapa titik rawan, khususnya pada jam sibuk pada pagi dan sore hari.

Ketua Komisi II DPRD Palembang, Abdullah Taufik berkata bahwa terkait Kemacetan lalulintas, Komisi II telah melakukan pertemuan dengan OPD terkait serta beberapa pihak sekolah.

"Solusi awalnya sementara ini baru kita meminta penambahan petugas tempat yang rawan kemacetan," katanya.

Pasca diterapkan solusi awal setelah berkoordinasi dengan sekira 20 pihak sekolah, baik SMP serta SMA yang ditenggarai turut memicu penumpukan kendaraan, nantinya akan dievaluasi secara tentatif atau tiap bulannya.

"Nanti kita rapatkan lagi dan di evaluasi. Apakah, nanti bisa dengan solusi misalnya dibedakan waktu, seperti masuk dan pulang anak sekolah dengan pegawai negeri," jelasnya. 

Baca juga: Truk Parkir 1 Km di Jalan Noerdin Panji Palembang Bikin Macet, Curhat Sopir, Jeritan Hati Warga

Baca juga: PDI Perjuangan Tanyakan Warisan Anies Baswedan Saat Sebut Jakarta Macet Hingga Singgung Kemiskinan

Sementara Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang kini menambahkan sejumlah personilnya di lapangan untuk mengatasi hal tersebut.

Sekretaris Dishub Kota Palembang, Agus menuturkan titik kemacetan di kota pempek pada jam sibuk bersifat sesaat. 

Terjadi penumpukan kendaraan pada jam sibuk, ditenggarai tak hanya jadwal karyawan berangkat ke kantor namun juga khusunya jam anak pergi dan pulang sekolah.

"Kita berkoordinasi dengan Satlantas Polrestabes Palembang. Sementara ini kita mainkan dengan petugas - petugas pengaturan dijalan. Sehingga, jalannya sedikit agak lancar," ungkapnya, Jumat.

Berdasarkan koordinasi dengan pihak sekolah serta DPRD Palembang beberapa waktu lalu, beberapa titik yang menjadi pusat perhatian, sehingga petugas berjaga ditambah.

"Ada sekitar 12 titik, baik kawasan SMA maupun SMP. Saat ini kita ada 3 regu dengan total jumlah personil 50 orang. Petugas kita nantinya berjaga tiap satu titik minimal dijaga 2-4 orang," katanya.

Selain itu pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak sekolah, baik negeri maupun swasta baik SMP maupun SMA yang bisa memicu penumpukan kendaraan.

"Kita imbau juga kepada pihak sekolah agar menyampaikan kepada wali murid, apabila jemput anak sekolah jangan parkir sembarangan dibahu jalan," jelasnya. (Sripoku.com/ Reigan)

 

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved