Dinsos Vs Pratiwi Noviyanthi

Pratiwi Noviyanthi Datangi Bareskrim Polri usai Bayi-bayi Diambil Paksa : Mudahkanlah

Youtuber Pratiwi Noviyanthi menyambangi Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (8/8/2023).

Penulis: Laily Fajrianty | Editor: Weni Wahyuny
Ig@pratiwinoviyanthi_reall
Youtuber Pratiwi Noviyanthi menyambangi Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (8/8/2023). 

Dinsos Bantah Ambil Anak Asuh

Dalam tayangan Youtube Kang Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa pihaknya hanya mendampingi Kemensos dan Bareskrim untuk membawa anak-anak asuh Pratiwi Noviyanthi.

Salah satu dinsos menjawab alasan membawa anak-anak asuh Pratiwi Noviyanthi karena legalitas yang tidak bisa ditunjukkan oleh sang Youtuber.

"Masalahnya pada proses legalitasnya karena ketika Bareskrim dan Polri menanyakan legalitasnya mbak Novi tidak bisa menunjukkan legalitas tersebut," jelas phak dinsos.

Dinsos Terdiam Soal Hukum Pidana Rawat Anak ODGJ Terlantar

Kang Dedi kemudian menanyakan terkait hukum pidana merawat anak-anak dipinggir jalan yang terlantar yang tidak dihiraukan pemerintah.

"Delik pidananya apa ketika kita ngurus anak-anak dipinggir jalan," tanya Dedi.

Baca juga: Pratiwi Noviyanthi Geram Sindir Dinsos yang Ngaku Diam Jemput Anak Asuh: Ada Bukti Bapak Nyerang

Kepala Dinas Sosial, Mulyani mengatakan bahwa pihaknya tidak bisa menjawab hal tersebut karena bukan ranahnya.

"Kita gak bisa jawab itu karena gak bisa jawab," jawab Kepala Dinas Sosial.

Kang Dedi kemudian menanyakan sikap pemerintah yang mengambil anak-anak asuh yang sudah dirawat dan hidup sudah terjamin namun malah dibawa oleh pihak dinsos.

"Di persepsi publik gini pak, ini orang ngurus orang terlantar kok dimasalahin, ini kan dijalan banyak orang terlantar, yang minta-minta tidak ditangani oleh negara, tapi ada orang yang mau mengurusi bayi, dikasih makan ada pembantunya, kok gak boleh apa sih yang buat boleh ?," tanya Dedi.

Mulyani kemudian menjawab lagi bahwa kasus ini sedang ditangani pihak kepolisian.

Kendati begitu, dirinya tidak mengetahui hal tersebut.

"Kan bukan disitu persoalannya, sedang ditangani oleh pihak kepolisian jadi kami juga gak tahu, itu masalahnya, karena pihak kepolisian tidak mau membicarakan ke ranah publik," jelas Mulyani.

"Gak mudah lo urus orang dijalan dibawa ke rumah, dikasih makan, dibiayai sekolah," jelas Kang Dedi.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved