Berita SMKPP Sembawa

Libatkan Petani Milenial, Kementan Antisipasi Dampak El Nino

Sebagian besar pertanian di indonesia mengandalkan irigasi air hujan . Jika air hujan berkurang maka produksi pertanian terhambat.

Editor: Sri Hidayatun
dokumentasi SMK PP Sembawa
Upaya Petani Milenial Jaga Produktivitas Pertanian Antisipasi Elnino” yang berlangsung secara daring melalui Aplikasi Zoom dan Live Streaming Youtube, pada Sabtu (8/7/2023). 

TRIBUNSUMSEL.COM,BANYUASIN - Fenomena alam dampak perubahan iklim global, El Nino diperkirakan mencapai puncaknya dibulan Agustus 2023

Dalam menghadapi hal tersebut Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong dan membantu petani dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian sebagai upaya memenuhi kebutuhan pangan serta mengantisipasi dampak El Nino dan sebagai persiapan dari semua daerah di Indonesia untuk menghadapi El Nino.

El Nino merupakan fenomena kering dimana curah hujannya itu lebih kering dari biasanya.

Yang disebut dari biasanya itu rata-rata curah hujan selama 25 tahun, kalo El Nino itu lebih kering dibandingkan dengan rata-rata selama 25 tahun itu.

Sebagaimana arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang meminta kepada seluruh jajarannya untuk segera melakukan langkah strategis dan antisipasi dalam menghadapi el nino 2023. 

Syahrul memastikan bahwa jajaran kementan telah siap siaga di lapangan untuk melakukan langkah-langkah preventif dalam menghadapi ancaman global El Nino.

Ia juga mengharapkan persiapan pemerintah daerah untuk ikut serta membantu para petani yang kesulitan dalam menghadapi iklim ekstrim ini.

“Semua pihak harus bergerak melakukan kolaborasi, adaptasi dan antisipasi terhadap berbagai tantangan yang ada. Termasuk dalam menghadapi cuaca ekstrim el nino yang diperkirakan berlangsung hingga awal tahun 2024,” tegas Menteri Syahrul.

Menyadari Pentingnya pengetahuan tentang hal tersebut, SMK PP Negeri Sembawa menggelar Millenial Agriculture Forum (MAF)  volume 4 edisi 30 dengan mengangkat tema  “Upaya Petani Milenial Jaga Produktivitas Pertanian Antisipasi Elnino” yang berlangsung secara daring melalui Aplikasi Zoom dan Live Streaming Youtube, pada Sabtu (8/7/2023).

Hadir membuka webinar, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi yang menyampaikan  BMKG sejak awal telah memprediksi fenomena El Nino, melalui peningkatan suhu sehingga membuat temperatur diatas samudra Pasifik lebih hangat, akhirnya udara mengalir dari tekanan tinggi ke tekanan rendah.

Karena uap air ke bawa samudra Pasifik dengan sendirinya uap air di Indonesia berkurang secara signifikan sehingga peluang hujan turun secara signifikan.

Baca juga: Kementan Gandeng DPR RI Gaungkan Genta Organik di Provinsi Lampung

“Air merupakan faktor produksi yg sangat vital bagi pertanian demi kelangsungan makhluk hidup. Oleh karena itu petani indonesia melalui irigasi,” jelas Dedi.

Sebagian besar pertanian di indonesia mengandalkan irigasi air hujan . Jika air hujan berkurang maka produksi pertanian terhambat.

Produksi pertanian tidak boleh terganggu kesediaan pangan akan terancam agar tidak terancam kita harus mencegah elnino ini. 

“Cara mencegah adalah dengan mencari alternatif sumber air selain air hujan. El Nino tidak dapat dicegah, namun bisa diantisipasi dan dimitigasi yang tepat karenanya itu perlu ada strategi khusus untuk menghadapinya,”jelas Dedi.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved