Berita Lubuklinggau

Hari Raya Idul Adha 2023, Pembeli Hewan Kurban di Lubuklinggau Survei Harga, Pesanan Masih Sepi

Menjelang Hari Raya Idul Adul 2023, pembeli hewan kurban baik sapi kerbau dan kambing belum ada peningkatan.

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/EKO HEPRONIS
Menjelang Hari Raya Idul Adul 2023, pembeli hewan kurban baik sapi kerbau dan kambing di Lubuklinggau masih melakukan survei harga, pembelian belum ada peningkatan, Kamis (1/6/2023). 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU -- Menjelang Hari Raya Idul Adul 2023, pembeli hewan kurban baik sapi kerbau dan kambing belum ada peningkatan.

Saat ini sebagian besar pembeli survei harga dan pesanan masih sepi.

Hal itu diungkapkan Dedek salah satu peternak sapi di Kota Lubuklinggau Sumsel.

Dedek mengatakan permintaan hewan kurban secara signifikan belum terlihat, namun, untuk permintaan satu dua orang sudah ada.

"Untuk permintaan sudah ada, tapi kalau banyak belum, sekarang baru satu dua orang yang pesan," ungkap Dedek pada Tribunsumsel.com, Kamis (1/6/2023).

Menurut Dedek orang akan ramai memesan hewan kurban satu minggu sebelum lebaran, hal itu lumrah hampir terjadi setiap tahun.

"Biasanya masyarakat ini tipikalnya survei harga dulu, nanti setelah dekat -dekat lebaran Idul Adha baru mereka pesan," ujarnya.

Baca juga: Devi Suhartoni Terpilih Ketua Puja Kesuma Sumsel, Ungkap Motto Ngumpulke Balung Pisah

Ketika disinggung apakah mereka saat ini khawatir ternak yang mereka pelihara akan terjangkit penyakit ngorok seperti puluhan kerbau di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

Dedek mengaku sejauh ini tidak terlalu khawatir karena penyakit sapi ngorok atau kerbau di Kabupaten Muratara kemarin banyak menyerang kerbau liar, bukan kerbau atau sapi ternak.

"Sejauh ini kalau sapi ternak atau kerbau peliharaan sangat jarang kena, kalau pun terjangkit cepat ditangani, beda dengan kerbau liar biasanya cepat sekali penyebarannya, karena makannya biasanya berkelompok," ungkapnya.

Meski pesanan masih sepi, Dedek memprediksi kemungkinan pemesanan hewan kurban akan mengalami peningkatan daripada sebelumnya.

Pasalnya tahun lalu Dedek mengaku tahun tersulit selama ia menjadi peternak, karena beberapa ekor sapi miliknya banyak yang sakit, mulai terkena PMK hingga masuk angin.

"Tahun ini PMK tidak ada lagi, semua sapi yang dijual alhamdulillah sehat, apalagi kebersihan kandang kita jaga betul, supaya tidak kena penyakit," ujarnya.

Sementara untuk harganya masih sama dengan tahun lalu, bervariasi mulai dari Rp 16 juta sampai Rp 30 juta disesuaikan ukuran dan berat sapi.

"Untuk jenis sapi bali Rp.16 juta, sementara untuk jenis benggala bisa Rp. 20 juta ke atas tergantung ukurannya," ujarnya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved