Warga Palembang Tenggelam di Pantai

Guru dan Murid Dimakamkan Bersebelahan, Warga Palembang Tewas di Pantai Panjang Bengkulu

Saca Negara dan Ustadz Muhammad Azhari dua warga Palembang tewas di Pantai Panjang Bengkulu dimakamkan bersebelahan.

Penulis: Fransiska Kristela | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/FRANSISKA KRISTELA
Saca Negara dan Ustadz Muhammad Azhari dua warga Palembang tewas di Pantai Panjang Bengkulu dimakamkan bersebelahan, kerabat masih berdatangan melayat ke rumah duka, Selasa (3/5/2023). 

Diceritakannya bahwa sebelum berangkat ke Bengkulu, Saca sempat bertemu dengan orang tuanya dan meminta uang.

"Jadi di hari keberangkatan itu dia datang dan meminta uang ke Ibunya sebesar Rp 500 ribu untuk berangkat ke Bengkulu dan kalau tidak diberikan akan menjual motor miliknya," tambahnya.

Dilanjutkannya setelah Saca meminta uang tersebut, Sang Ibu langsung memberikan sejumlah uang yang diminta kepada Saca dan setelah menerima uang tersebut Saca berpamitan untuk pergi ke Bengkulu.

"Jadi setelah mendapatkan uang dia memeluk dan mencium ibunya, dan yang pergi itu orang 10 yang menggunakan dua mobil dari Palembang menuju ke Bengkulu" tambahnya.

Menurut informasinya yang dia terima bahwa anaknya masuk kedalam 6 orang yang terseret ombak di Pantai Panjang Bengkulu

"Jadi dapat info yang berangkatkan 10 orang dan 6 orang diantaranya itu mandi di pantai panjang dan engga tahu gimana dia sudah di tengah dan tergulung ombak," tutupnya.

Satu Majelis

Didapatkan informasi dari salah satu keluarga korban, mereka 10 orang pergi ke Bengkulu untuk mengunjungi salah satu jemaah yang bertempat tinggal di sana dan sekaligus untuk berlibur.

Tak hanya itu mereka yang pergi ke Kota Bengkulu sebanyak 10 orang ini dengan menggunakan dua mobil.

Semuanya 10 orang tersebut merupakan satu majelis yakni Majelis Babul Ilmi.

Dalam insiden ini 6 dari 10 jemaah yang pergi tersebut mandi di Pantai Panjang dan 4 orang lainnya tidak ikut mandi.

"Ini sebenarnya Kompleks Majelis Babul Ilmi. Nah yang berangkat ini pergi ke Bengkulu itu mau silaturahmi dengan salah satu anggota majelis yang tinggal di Bengkulu sekaligus mau berwisata juga," ujar salah satu anggota jemaah Babul Ilmi Muhammad Reyhan.

Dikatakannya dari salah satu korban tersebut juga merupakan Ustadz atau Guru Majelis Babul Ilmi Muhammad Azhari.

"Tadi berangkatnya pukul 15.30 dari sana dan nanti kalau tiba langsung dimakamkan," katanya.

Saat ini pihaknya juga masih menunggu dua orang korban lagi yang masih belum di temukan.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved