Berita Viral

Ada Makhluk Gaib Temani Ida Dayak Saat Obati Pasien, Spritualis Dayak : Sosok Kakek Bantu Dia

Spritualis Dayak Dewi Rantian  angkat bicara soal Ida Dayak viral dengan pengobatan bisa menyembuhkan berbagai penyakit.Salah satunya mengenai aksi

Editor: Moch Krisna
Tribun Sumsel
Ida Dayak Wanita Sakti Mampu Sembuhkan Berbagai Penyakit Berat Hanya dengan Sekali Urut Viral 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Spritualis Dayak Dewi Rantian  angkat bicara soal Ida Dayak viral dengan pengobatan bisa menyembuhkan berbagai penyakit.

Salah satunya mengenai aksi tarian Ida Dayak khas dilakukan saat mengobati pasiennya.

Melansir dari Tribunmedan.com, Sabtu (8/4/2023) Dewi Rantian mengatakan ketika Ida Dayak menari pertanda bahwa ada sosok yang masuk ke tubuhnya.

"Sosok leluhur dia (Ida Dayak) akan masuk. Kadang memejamkan mata karena leluhur dia selalu menenamani," katanya.

Dewi mengatakan sosok leluhur Ida Dayak adalah seorang kakek-kakek.

"Kakek-kakek itu selalu, saat dia masuk pasti bergerak badannya (Ida Dayak)," katanya.

Menurut Dewi Rantian di Kalimantan tidak semua orang bisa memiliki keahlian seperti Ida Dayak.

Kata Dewi bahkan Ida Dayak dipilih secara khusus oleh leluhurnya.

"Hanya orang tertentu yang bisa. (Ida Dayak) turunan, leluhur dia yang mengobati sampai akhirnya turun kepada dia," kata Dewi Rantian.

Soal sosok gaib yang membantu Ida Dayak, Bunda Norma menyebutnya sebagai khodam.

"Kalau sudah keturunan ada yang nempel ke kita dialah pendamping kita penjaga kita sprtitual kita," kata Bunda Norma.

Dewi Rantian merinci sosok gaib yang membantu Ida Dayak adalah seorang kakek-kakek.

Menurut Dewi, kakek tersebut merupakan leluhur Ida Dayak.

"Seorang kakek tua yang membantu dia melakukan pengobatan itu. Dia dibantu leluhur dia, kakek tua, untuk membetulkan tulang atau patah atau tangan tidak bergerak. Kakek ini yang selalu masuk ke tubuh dia semacam kesurupan," kata Dewi Rantian.

Ida Dayak disebut-sebut memiliki perjanjian khusus dengan leluhurnya demi mendapat keahlian mengobati penyakit.

Ternyata Sosok Ida Dayak yang Viral Bukan Asli Kalimantan, Hanya Seorang Transmigran
Ternyata Sosok Ida Dayak yang Viral Bukan Asli Kalimantan, Hanya Seorang Transmigran (Istimewa)

Diketahui bersama, sudah bertahun-tahun Ida Dayak keliling berbagai wilayah mengobati sakit.

Dia sendiri tidak membuka praktek di rumahnya.

"Itu namanya laku lampah, berjalan terus. Mungkin di situ rejekinya, dia dapat ilham mungkin," kata Bunda Norma.

Dewi Rantian menekankan Ida Dayak merupakan sosok terpilih untuk bisa memiliki kemampuan mengobati penyakit.

"Leluhur dia yang ingin ibu Ida bisa membantu orang, keliling, duduk di rumah tuh susah," kata Dewi.

Dewi berujar keliling wilayah merupakan satu perjanjian yang harus dijalanin Ida Dayak.

"Disuruh mengobati orang semacam keliling, pesyaratan, 'kalau kamu bisa ngobatin orang tapi syaratnya harus keliling gak boleh di rumah'," kata Dewi Rantian soal Ida Dayak.

Sementara itu Ida Dayak tak mau dirinya disebut sakti.

"Kesaktian hanya miliki Allah SWT," kata Ida Dayak.

Tak hanya menari dan minyaknya yang fenomenal, Ida Dayak juga mengaku selalu membaca doa saat menangani pasien.

"Sesuai agama saya, saya Islam, saya muslim. Saya mulai pengobatan ini dengan mengucapkan Bismillahirahmanirrahim," ujar Ida Dayak.

Cerita Mantan Kepala BIN Diobati Ida Dayak

Mantan kepala BIN AM Hendropriyono berceria soal pengalaman mendapatkan pengobatan dari Ida Dayak.

Adapun Hendropriyono pernah merasakan dan membuktikan keampuhan pengobatan tradisional Ida Dayak membuatnya kagum.

"Ini ajaib. Ini salah satu bentuk kearifan lokal yang saya lihat sudah viral dan merupakan tradisi yang unggul," kata mantan kepala BIN dilansir dari Tribunstyle.com, Sabtu (8/4/2023) 

Hendropriyono pun sampai memboyong Ida Dayak ke kediamannya.

Jenderal purnawirawan ini mengaku telah mencoba sendiri pengobatan perempuan asal Kalimantan Timur itu.

Awalnya Hendropriyono mengeluhkan dengkulnya sakit.

"Dengkul saya sakit, orang seperti saya usia dekat 80an dengkul sakit," kata Hendropriyono.

Setelah menjalani pengobatan, keluhan pada dengkulnya pun hilang.

"Sekarang sudah gak lagi. Sudah sembuh," kata Hendropriyono.

Saat itu, Ida Dayak juga mengobati warga sekitar rumah Hendropriyono.

"Dan saya ingin saya lihat bukti sendiri dengan saya bawa ke rumah dan tetangga-tetangga pada berobat," kata Hendropriyono.

Menurutnya, pengobatan Ida Dayak ini perlu menjadi perhatian daripada mempromosikan dukun-dukun palsu.

"Jangan cuma dukun-dukun yang palsu itu bisa sampai ke internasional.

Kalau ini memang saya masih sulit untuk dipecahkan dari mana gitu ceritanya, tapi cuma ini kok sembuh," kata AM. Hendropriyono.

Sebelumnya, perempuan “sakti” Ida Dayak dari Kalimantan Timur gagal menjalani pengobatan alternatif di Markas Kostrad Cilodong, Depok, Senin (3/4/2023).

Pasalnya, acara yang dihadiri ribuan orang dari berbagai daerah itu berlangsung ricuh hingga Ida Dayak sendiri angkat tangan.

Pekerjaan suami Ida Dayak kini turut jadi sorotan ditengah viralnya pengobatan alternatif yang dilakukan sang istri. Sang suami senantiasa mendampingi
Pekerjaan suami Ida Dayak kini turut jadi sorotan ditengah viralnya pengobatan alternatif yang dilakukan sang istri. Sang suami senantiasa mendampingi (Tribunkaltim)

Ia merasa tidak mampu melayani semua pasien yang datang dan ingin diobati.

Sebelum acara akhirnya dihentikan, terjadi aksi saling dorong saat Ida Dayak turun dari mobil dengan pengawalan ketat sejumlah anggota TNI.

Bahkan, seorang perwira tinggi TNI pun tampak ikut mengawal.

Dia adalah Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) Kostrad, Mayjen TNI Bobby Rinal Makmun.

"Tolong anak saya dulu Bu, saya sudah dari subuh," teriak seorang pria pada Ida yang baru turun dari mobil, sebagaimana dilansir dari TribunJakarta.com.

Karena penonton ricuh dan berdesak-desakan, Ida Dayak pun kembali dibawa masuk ke dalam mobil.

Mayjen Bobby mengatakan kepada massa yang kadung datang bahwa Ida Dayak tidak bersedia praktik lantaran jumlah pasien yang terlalu banyak.

"Ibu Ida tidak bersedia atau tidak mampu untuk melakukan pengobatan, karena kondisinya ramai sekali tidak mungkin melakukan pengobatan satu persatu," ucap Mayjen Bobby pada ribuan pasien yang menunggu.

(*)

Baca berita lainnya di Google News.

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved