Ajudan Pribadi Ditangkap Penipuan

Kisah Ajudan Pribadi Dulu Kerja Keras Untuk Kaya Raya, Kini Ditangkap Tipu Teman Dekat Rp 1.3 Miliar

Kehidupan Ajudan Pribadi alias Muhammad Akbar bak roda yang berputar 360 derajat.Setelah Ajudan Pribadi ditangkap lantaran melakukan dugaan penipuan

Editor: Moch Krisna
Kolase/Instagram Ajudan_Pribadi
Kisah Ajudan Pribadi Dulu Kerja Keras Untuk Kaya Raya, Kini Ditangkap Tipu Teman Dekat 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Kehidupan Ajudan Pribadi alias Muhammad Akbar bak roda yang berputar 360 derajat.

Setelah Ajudan Pribadi ditangkap lantaran melakukan dugaan penipuan dan penggelapan terhadap teman dekatnya sendiri.

Kasus penipuan Ajudan Pribadi bak jadi kabar mengejutkan dari publik lantaran mengingat kisah kesuksesannya dulu.

Menarik jalan hidup Ajudan Pribadi sebelumnya sempat diceritakan dalam beberapa podcast selebriti.

Ajudan Pribadi memulai kehidupan dari keluarga tak mampu alias miskin.

Akbar mengaku pernah bekerja sebagai kuli bangunan ketika usianya masih belasan tahun.

Dia juga terpaksa berhenti sekolah saat kelas 2 SMP karena alasan tidak punya biaya.

Saat menjadi kuli bangunan ini, dia diajak salah seorang pemborong kuli bangunan di Palopo.

"Di situlah awal saya pertama punya moto, saya cicil dari kuli bangunan," ujar Akbar, ketika itu masih 14 tahun.

Tak hanya kuli bangunan, Akbar kecil juga pernah menjadi pemulung bersama neneknya.

Ketika itu pria berbadan subur itu masih duduk di kelas 6 Sekolah Dasar.

Akbar juga pernah berjualan kacang di dekat sebuah lapangan golf di Makassar, Sulawesi Selatan.

Dari situ, dia kerap diminta memijit orang-orang kaya setelah bermain golf.

Ajudan Pribadi Santai Pamer Isi ATM Hingga 13 Miliar, Skak Kelakuan Nikita Mirzani Hingga Ria Ricis
Ajudan Pribadi Santai Pamer Isi ATM Hingga 13 Miliar, Skak Kelakuan Nikita Mirzani Hingga Ria Ricis (instagram/ajudan_pribadi)

Seiring waktu, karena keterampilannya memijit inilah, Akbar bertemu Andi Rukman Karumpa yang kelak menjadi bosnya.

"Dia bilang, 'Enak juga pijit kamu'. Kemudian dia ngomong 'Nomor kamu berapa'. Aku kasih tukeran nomor HP sama bos yang dipijit itu," tutur Akbar.

Tak berselang lama, si bos itu membawanya ke Jakarta, sekitar 2017.

Sesampainya di Jakarta, Akbar tidak langsung menjadi ajudan pribadi.

Mula-mula dia jadi tukang bersih-bersih, lebih-lebih saat itu si bos masih punya ajudan pribadi.

"Ajudan satu ini suka curi dolar enggak jujur, jadi dipecat. Mau cari ajudan militer polisi engga mau dia (majikan). Akhirnya saya jadi ajudan," ucapnya.

Sejak menjadi ajudan pribadi itulah peruntungannya berubah 180 derajat.

Bahkan sekarang Akbar disebut tinggal di sebuah apartemen mewah di Jakarta yang harganya sekitar Rp20 miliar.

Kini Malah Ditangkap

Sayangnya manis kehidupan Ajudan Pribadi serba ada harus berakhir setelah terlibat masalah hukum.

Melansir Tribunnews.com, Selasa (14/3/2023) Kuasa Hukum korban AL, Sulaiman Djojoatmodjo, membeberkan duduk perkara kasus dugaan penipuan yang menjerat Ajudan Pribadi.

Kasus ini bermula pada 2021, saat AL, teman dekat Ajudan Pribadi, termakan rayuan sang selebgram yang menawarkan mobil Toyota Land Cruiser dan Mercedes dengan harga murah.

AL kemudian men-transfer uang ke Ajudan Pribadi sebanyak tiga kali, dengan total Rp1,3 miliar.

"Karena termakan bujuk rayu si (Ajudan Pribadi), akhirnya klien saya setor uang ke yang bersangkutan tiga kali."

"Sehingga total menjadi Rp1,3 miliar," ujar Sulaiman saat dihubungi wartawan, Selasa, dikutip dari Wartakotalive.com.

Setelah men-transfer uang tersebut, AL lantas meminta dua mobil yang dijanjikan oleh Ajudan Pribadi.

Meski demikian, Ajudan Pribadi beralasan kedua mobil itu masih bermasalah.

Buntutnya, AL mengajukan somasi hingga tiga kali kepada Ajudan Pribadi, namun tak mendapat respons.

Karena tak kunjung ada itikad baik dari Ajudan Pribadi, AL pun melaporkan dugaan penipuan yang dilakukan sang selebgram ke kepolisian.

"Ya kami kan enggak mau tahu, namanya kami sudah bayar 'kan kami maunya barang datang dong," kata Sulaiman.

"Sudah saya somasi tiga kali, sudah saya ajak ngobrol ketemu, tapi yang bersangkutan belum ada itikad baiknya."

"Sehingga dari pihak korban meminta agar saya melaporkan ke kepolisian," tambahnya.

Lebih lanjut, Sulaiman mengungkapkan Ajudan Pribadi hanya memberikan janji-janji pada AL sejak 2021.

Atas perbuatan Ajudan Pribadi, Sulaiman menyebut AL tak menyangka pria bernama Akbar Rukman itu menipu dirinya.

Lantaran, menurut Sulaiman, Ajudan Pribadi dan AL adalah teman lama.

"Tapi, saat sampai kami buat laporan polisi (sejak beli 2021), tidak ada sama sekali apa yang dia omongkan itu terwujud."

"Makanya kami polisikan, soalnya cuma janji-janji aja," bebernya.

"Antara Ajudan Pribadi dengan klien saya memang sudah berkawan lama."

"Cuma ya itu, korban melihat, 'Kok bisa sebagai kawan lama seperti itu'," tandasnya.

Hingga saat ini, kabarnya uang Rp1,3 miliar tersebut belum dikembalikan Ajudan Pribadi kepada AL.

Ajudan Pribadi sedang naik jet pribadi
Ajudan Pribadi sedang naik jet pribadi (Instagram @ajudan_pribadi)

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Andri Kurniawan, membenarkan kabar selebgram Ajudan Pribadi ditangkap atas dugaan kasus penipuan dan penggelapan.

Andri mengatakan Ajudan Pribadi ditangkap di Makassar, Sulawesi Selatan.

"Inisial A, yang bersangkutan adalah selebgram, Sementara masih berproses di kita."

 "Kita amankan di Makassar," ujar Andri saat dikonfirmasi, Selasa (14/3/2023).

Andri menambahkan, kasus dugaan penipuan yang menjerat Ajudan Pribadi berawal dari laporan korban pada November 2022.

Menurut Andri, kerugian korban dugaan penipuan oleh Ajudan Pribadi mencapai sekitar Rp1,3 miliar.

"Yang lasti ada laporan awal terjadi November 2022 dengan kerugian lebih kurang Rp1,3 miliar," katanya.

Buntut kasus dugaan penipuan yang menjeratnya, Ajudan Pribadi kini telah ditahan di Polres Metro Jakarta Barat.

Hal ini telah dikonfirmasi oleh Kompol Andri Kurniawan.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Budi Haryanto, mengungkapkan Ajudan Pribadi diamankan di kawasan Panakkukang, Makassar.

Dalam proses penangkapan Ajudan Pribadi, pihak Polsek Panakkukang dan Polresta Makassar hanya membantu Polres Metro Jakarta Barat.

"Sama Polsek Panakkukang saja karena kita hanya dimintai bantuan penangkapan saja," kata Budi.

(*)

Baca berita lainnya di Google News.

 

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved