Wawancara Eksklusif Tribun Sumsel
H Halim Palembang, Orang Terkaya Blak-blakan Ungkap Prinsip Hidup, Patuh Pajak Takut Tuhan
H Halim Palembang, orang terkaya blak-blakan ungkap prinsip hidup, patuh pajak karena takut Tuhan.
Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Vanda Rosetiati
"Pajak itu penting jika tidak dibayar ya menurut ulama-ulama kita nak masuk surga terhambat karena pajak itu juga. Pajak itu sepanjang manfaatnya oleh pemerintah ini bangun jalan, air bersih dan pembangunan, sehingga pajak itu perlu, " tambahnya.
Di sisi lain, sudah menjadi tradisional dan pesan leluhur menjelang Ramadhan dirinya dan keluarga selalu memberikan sedekah, kepada puluhan ribu warga di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) khususnya kota Palembang.
"(Sedekah) sudah pesan leluhur lah setiap Ramadan tergantung rezeki, banyak kasih banyak sedikit ya kasih sedikit, yang penting setiap Ramadan itu harus diadakan itu terutama di awal Ramadan. Jadi awal sedekah itu satu hari Ramadan paling lambat kedua hari itu sudah dibagi itu berupa bingkisan. Jadi istilah sekarang ini paket sembako berisi ada beras ada gula, kopi, minyak goreng dan segala macam lah, sembako untuk umum masyarakat itu yang sudah- sudah tergantung rezeki lah yang tadi 10.000 paket," bebernya, walaupun masa pandemi Covid-19 dirinya tetap memberi sedekah dan zakat.
Disamping memberikan paket sembako, pihaknya juga membagi mukena atau jilbab yang biasanya dibagikan pada awal Ramadhan untuk dilaksanakan sholat Tarawih saat Ramadhan di tempat nya dengan mengundang sejumlah ulama ternama seperti Ustadz Abdul Somad , Ali Jaber dan sebagainya yang diundang.
"Sekarang jilbab itu dibagi awal ramadhan, tapi tanggal 7 Ramadhan harus selesai karena setelah itu kami nama persiapkan lagi untuk adakan haul orang tua saya, dari sini diadakan tarawih bersama ulama-ulama itu diadakan sampai tanggal 23 Ramadhan, kegiatan kami sudah tujuh hari tadi sudah mempersiapkan untuk zakat dicatat siapa-siapa yang terutama yang banyak anak tapi untuk dia menghadapi Lebaran ya mungkin dia agak kesulitan itu kita bantu nah itu yang pertama terutama janda- janda," tandasnya, seraya kebiasaan ini sudah dilakukannya sejak tahun 1960an lalu.
Diungkapkan pengusaha karet dan sawit ini, berbicara manfaat sedekah itu banyak sekali menurutnya dan tuhan yang lebih tahu.
"Mungkin terutama badan sehat kedua Alhamdulillah usaha itu mulai dari nol terus meningkat sampai sekarang, Alhamdulillah aku rasa dari keluarga dan masyarakat sekitar sudah terbantukah yang kami bisa bantu kami bantu tidak ditolak, sekicil apapun bantuan kami lakukan meski saat ini sulit seperti beberapa tahun ini. Tapi kami tidak sampai seperti itu, prinsip aku sekarang sekarang ya asal pacak sedekah jadilah dulu, bisa bayar karyawan dengan keluarga itu sedekah tidak untung dululah perusahaan dak apa, yang penting sedekahnya dan bayar pajak itu penting.
Dilanjutkan H Halim, dalam memberikan sedekah ia pun selalu memberikan sama yang ia gunakan, bukan barang sisa.
"Contoh beras yang diberikan di paket itu saja, berasnya aku makan dulu tanya anak-anak buah aku ini di dapurnya dibuat oleh pembantu selancar apa gitu, dan jumlahnya sekali itu bisa puluhan ton kemarin dak ada disini kami pesan di Jakarta, itu ada tiga truk beberapa ton selancar walaupun dia ada apa yang kita makan Kita sedekahkan itu yang benar kalau yang lah tidak dimakan kita sedehkahkan itu dosa, " tuturnya.
Termasuk juga pihaknya tidak memberlakukan antre untuk pemberian sedekat atau zakat ke masyarakat yang membutuhkan.
"Tidak boleh (antre) karena dapat sedekah itu hak mereka (kaum fakir miskin), jadi kalau sedekat orang yang miskin itu nanti cuma dapat 5 kilo beras, atau kurma cuma kotak atau setengah kilo minyak goreng dibagi-bagi kan, bahaya tapi harus diantar sesuai ajaran Rasulullah Sayidina Umar Sayyidina Abu Bakar lecet-lecet pundak ini mikul gandum untuk dibagikan kepada orang yang miskin. Jadi enggak boleh (antre) termasuk zakat itu dak boleh karena hak dia nian 2,5 persen itu. Jangan antre beduso kita apalagi sampe pingsan dan boleh ditanya sekitar ini, tunggulah ditempat ada namanya sekian puluh ribu namanya yang dibagikan dan dianter panitia dan itu hak dia, " tukasnya.
Dilanjutkan H Halim, ia berharap kedepan usaha barunya yang mulai dirintis yaitu bisnis batubara bisa terealisasikan. Jika dengan bisnis itu berjalan, maka sedekah dan zakatnya bisa kembali lebih besar lagi.
"Nah,sekarang ini ada lagi usaha baru yang ini yang itu harapkan ini batubara, itu kan kalau andai kata ini bisa jalan dan bagus itu bisa menambah lagi sedekah kami," pungkasnya.
Baca berita lainnyalangsung dari google news
Silakan gabung di Grup WA TribunSumsel
H Halim Palembang
H Halim Orang Terkaya di Palembang
Wawancara Eksklusif Tribun Sumsel H Halim
Berita Palembang Hari Ini
Tribunsumsel.com
Terungkap Kunci Sukses Haji Halim Orang Terkaya di Palembang |
![]() |
---|
Menhub Budi Karya Sumadi, Asli Wong Palembang, Anak Jalanan Masa Kecil Jualan Sabun |
![]() |
---|
Wawancara Eksklusif Eddy Santana Putra Anggota DPR RI, Kota Palembang Menyedihkan |
![]() |
---|
Kiat Sukses Ala Dirut PT Perkebunan Wak Uban, Produk Olahan Aren Indralaya Dibawa Sampai Korea |
![]() |
---|
Wawancara Eksklusif Tribun Sumsel dengan Bupati Banyuasin Askolani: Pergi Pagi Pulang Malam (1) |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.