Arti Kata Bahasa Arab

Arti Kata Ucapan Mabrur, Mabruroh, Haji Mabrur, Umroh Mabruroh, Begini Penjelasannya

Berdasarkan KBBI Mabrur diartikan sebagai diterima Allah baik diidentikan dengan ibadah haji atau dapat juga ibadah umroh yang sempurna syarat & rukun

|
Penulis: Lisma Noviani | Editor: Lisma Noviani
tribunsumsel/welly triyono
Itulah arti kata ucapan mabrur, mabruroh, haji mabrur, umroh mabruroh, begini penjelasannya. 

TRIBUNSUMSEL.COM --  Arti Kata Ucapan Mabrur, Mabruroh, Haji Mabrur, Umroh Mabruroh, Begini Penjelasannya.

Kata mabrur dan mabruroh berasal dari bahasa Arab dan cukup populer dan sering digunakan masyarakat Indonesia. Terutama saat musim haji, juga untuk mereka yang melaksanakan ibadah umroh.

Dilansir dari kemenag.go.id kata al mabrur adalah isim maf’ul dari akar kata al birru.

 Al birru berarti kebaikan atau kebajikan atau juga artinya berbuat baik atau patuh

Mabrur artinya = kebaikan atau kebajikan. 

Dengan demikian, al hajjul mabruru atau biasa di-Indonesiakan menjadi haji mabrur (untuk laki-laki) dan hajjah mabruroh (untuk perempuan), artinya haji/hajja yang diberikan kebaikan dan kebajikan.

Juga untuk kata umroh mabrur (untuk laki-laki) atau umroh mabruroh (untuk perempuan).

Umroh mabrur/ mabruroh artinya ibadah umroh yang diberikan atau mendatang kebaikan dan kebajikan.

Dari sisi istilah, haji mabrur adalah haji yang diterima oleh Allah, kemudian berdampak pada kebaikan diri, serta bermanfaat bagi orang lain.

Kata Mabrur juga sudah terindeks dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring dan cetak.

Berdasarkan KBBI, Mabrur diartikan sebagai diterima Allah; baik diidentikan dengan ibadah haji atau dapat juga ibadah umroh yang sempurna syarat serta rukunnya.


Untuk menggapai mabrur tidak datang tiba-tiba, melainkan harus diusahakan dan dipersiapkan, mulai dari sebelum, saat, dan setelah pelaksanaan ibadah haji.

Terkait dengan persiapan, ketika kita ingin mencapai haji mabrur, tentu kita harus melakukan aktivitas yang mendukung pencapaian haji mabrur. Persiapan itu antara lain:

Pertama, memahami ajaran agama Islam dengan baik, termasuk juga manasik hajinya. Karena amalan ibadah yang tidak disertai dengan ilmu, maka ia dapat sia-sia.

Kedua, harus dipastikan rejekinya halal. Jangan sampai berangkat ibadah haji menggunakan uang hasil curian. Ini tidak diterima. Tidak boleh menggunakan uang curian untuk kepentingan ibadah.

Ketiga, meningkatkan amal ibadah. Kita harus menyiapkan diri dengan meningkatkan dan menyempurnakan amal ibadah.

Umroh Mabrur Mabruroh


Apakah ada istilah bagi “umrah mabrur” atau “umrah mabrurah.”

Dikutip dari nu.or.id, Imam Al-Hafizh Zakiyyuddin Abdul Azhim bin Abdul Qawiy Al-Mundziri dalam At-

Targhib wat Tarhib minal Haditsis Syarif mengutip hadits riwayat Ahmad yang menggunakan istilah

“umrah mabrurah.”


عَنْ عَمْرِو بِنِ عَبْسَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا الْإِسْلَامُ؟ قَالَ أَنْ يُسْلِمَ لِلَّهِ قَلْبُكَ، وَأَنْ يَسْلَمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِكَ وَيَدِكَ. قَالَ فَأَيُّ الْإِسْلَامِ أَفْضَلُ؟ قَالَ الْإِيمَانُ. قَالَ فَمَا الْإِيمَانُ؟ قَالَ أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْبَعْثِ بَعْدَ الْمَوْتِ. قَالَ فَأَيُّ الْإِيمَانِ أَفْضَلُ؟ قَالَ الْهِجْرَةُ. قَالَ وَمَا الْهِجْرَةُ؟ قَالَ أَنْ تَهْجُرَ السُّوءَ. قَالَ فَأَيُّ الْهِجْرَةِ أَفْضَلُ؟ قَالَ الْجِهَادُ. قَالَ وَمَا الْجِهَادُ؟ قَالَ أَنْ تُقَاتِلَ الْكُفَّارَ إِذَا لَقِيتَهُمْ. قَالَ فَأَيُّ الْجِهَادِ أَفْضَلُ؟ قَالَ مَنْ عُوْقِرَ جَوَادُهُ وَأُهْرِيْقَ دَمُهُ. قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ عَمَلَانِ هُمَا مِنْ أَفْضَلِ الْأَعْمَالِ إِلَّا مَنْ عَمِلَ بِمِثْلِهِمَا: حَجَّةٌ مَبْرُورَةٌ أَوْ عُمْرَةٌ مَبْرُورَةٌ رواه أحمد والطبراني والبيهقي


Artinya: “Dari Amr bin Absah ra, ia bercerita. Seseorang bertanya, ‘Wahai Rasulullah saw, apakah Islam

itu?’ ‘(Islam itu) kepasrahan hatimu kepada Allah dan keselamatan orang lain dari kejahatan mulut dan

tanganmu,’ jawab Rasulullah saw. ‘Lalu manakah bagian Islam yang utama?’ ‘Iman,’ jawab Rasulullah.

‘Apakah iman itu?’ tanya orang tersebut. ‘Kamu mempercayai Allah, malaikat, kitab suci, para rasul, dan

kebangkitan setelah kematian,’ jawab Rasul. ‘Lalu manakah bagian iman yang utama?’ tanyanya. ‘Hijrah,’ jawab Rasul.

‘Apakah hijrah itu?’ tanyanya. ‘Kamu meninggalkan keburukan,’ jawab Rasul. ‘Manakah hijrah yang utama?’ tanyanya. ‘Jihad,’ jawab Rasul.

‘Apakah jihad itu?’ tanyanya. ‘Kamu memerangi orang kafir ketika menjumpai mereka di medan perang,’ jawab Rasul.

‘Lalu manakah jihad yang utama?’ tanyanya. ‘Orang yang kuda perangnya terjatuh dan dirinya terluka,’ jawab Rasul.

‘Lalu ada dua amal ibadah yang paling utama kecuali orang yang mengamalkan seperti keduanya, yaitu haji mabrur dan umrah mabrurah,’” (HR Ahmad, At-Thabarani, dan Al-Baihaqi) (Al-Mundziri, At-Targhib wat Tarhib, [Beirut, Darul Fikr: 1998 M/1418 H], juz II, halaman 71).


Dari perawi ini, boleh saja kita mendoakan orang yang berangkat atau kembali dari ibadah umroh, didoakan mendapat umroh mabrur dan umroh mabruroh.

Yang artinya ibadah umroh yang diterima oleh Allah, kemudian berdampak pada kebaikan diri, serta bermanfaat bagi orang lain.

Itulah arti kata ucapan mabrur, mabruroh, haji mabrur, umroh mabruroh, begini penjelasannya.

Baca juga: Arti Irhamna Ya Arhamarrohimin, Bacaan Doa dan Dzikir Ada dalam Alquran, Doanya Nabi Ayub AS

Baca juga: Apa Arti Ruwahan? Tradisi Masyarakat Jawa Jelang Bulan Ramadhan 1444H/2023

Baca juga: Arti Allahumma Sallimni Ila Ramadhan, Doa dan Ucapan Menyambut Kedatangan Bulan Ramadhan

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved